
[unpad.ac.id] Dalam upaya membangun ketahanan dan keberlanjutan komunitas dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Asia Tenggara, Universitas Padjadjaran berpartisipasi pada program “Improving Community Resilience and Sustainability Through Operational Research Capacity Building in Southeast Asia (CREST-OR)”.
Program CREST-OR merupakan wujud kerja sama yang dilakukan Faperta Unpad dengan Kent Business School University of Kent, Inggris, serta melibatkan konsorsium dari berbagai universitas di Inggris Raya dan ASEAN.
Konsorsium tersebut dipimpin Prof. Maria Paola Scaparra (PI) dari Kent Business School University of Kent. Sementara di tingkat nasional, program ini dikoordinatori oleh Dosen Faperta Unpad Dr. Tomy Perdana, MM.
“Program CREST-OR ini bertujuan untuk membangun suatu kemitraan jangka panjang Inggris dengan ASEAN untuk mengembangkan kapasitas riset di ASEAN dalam bidang riset operasional (OR) yang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak dari pencapaian SDGs,” tulis Tomy.
Pencapaian SDGs melalui program ini ditujukan terutama untuk empat bidang, yaitu manajemen bencana, infrastruktur trasportasi yang tangguh, ketahanan pangan, dan kota cerdas.
Dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad Tomy menjelaskan, program CREST-OR mendapatkan pendanaan pengembangan kapasitas riset dari kompetisi the Global Challenges Research Fund (GCRF) yang digelontorkan Pemerintah Inggris melalui Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC).
Pendanaan diberikan untuk periode satu tahun, mulai dari April 2021 hingga Maret 2022. Skema GRCF ESPRC sendiri memiliki tema “Building capacity to tackle global development challenges through mathematical sciences research”.
Lebih lanjut Tomy memaparkan, aktivitas Program CREST-OR meliputi penilaian kapasitas, lokakarya, pengembangan keahlian dan pelatihan riset, serta membangun suatu agenda riset jangka panjang.
Informasi mengenai program CREST-OR dapat diakses pada https://research.kent.ac.uk/test-crest-or/.
Sebagai bagian dari program, tim sudah melaksanakan lokakarya daring yang digelar pada 15 – 16 Juli lalu. Tomy mengatakan, lokakarya bertujuan untuk menetapkan agenda penelitian yang akan mendukung pengembangan dan peningkatan lebih lanjut mengenai kemampuan bidang riset operasional di negara ASEAN.
Lokakarya diikuti oleh 10 akademisi dan 12 peserta dari instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Setiap harinya, lokakarya terdiri atas dua bagian, yakni sesi nasional dan sesi internasional.
Sesi nasional dihadiri oleh peserta dari Indonesia, sedangkan sesi internasional dihadiri oleh akademisi dan pemangku kepentingan dari Inggris, Indonesia, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar yang secara total berjumlah 82 orang.
Di akhir lokakarya, dirumuskan kesepakatan berbagai kegiatan dan tema riset yang akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan dalam program CREST-OR di setiap negara anggota.
“Keterlibatan Unpad dalam konsorsium Program CREST-OR tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Unpad menjadi universitas bereputasi dunia dan berdampak pada masyarakat,” tulis Tomy.
Adapun anggota konsorsium tersebut yaituLancaster University, University of Southampton, The Royal University of Phnom Penh, The National University of Laos, Universitas Indonesia, The Vietnam Academy of Science and Technology, Vietnam National University of Science, The Ho Chi Minh City University of Transportation, The Asian Management and Development Institute, Yezin Agricultural University, dan University of Yangon. (rilis)*
