Pekarangan Rumah Bisa Dimanfaatkan Jadi Sumber Pangan Keluarga

Tampilan infografis dari data
Tampilan infografis dari data diversitas tanaman pekarangan beserta informasi kandungan gizi yang dikumpulkan kelompok KKN Virtual Integratif Unpad 2021 bertema pangan dan kesehatan dengan dosen pembimbing Dr. Budi Irawan, M.Si, pada webinar “Optimalkan Fungsi Pekarangan Untuk Pemenuhan Gizi Keluarga” yang digelar secara daring, Rabu (4/8).*

[unpad.ac.id] Meski berada pada lahan terbatas, pekarangan dapat dimanfaaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Kebutuhan gizi keluarga pun dapat terpenuhi dengan mengoptimalkan fungsi pekarangan.

“Salah satu fungsi pekarangan adalah sumber bahan pangan, ada sayuran, buah-buahan, bahan obat tradisional, rempah, dan bumbu masak,” ujar dosen Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Dr. Budi Irawan, M.Si  pada webinar “Optimalkan Fungsi Pekarangan Untuk Pemenuhan Gizi Keluarga” yang digelar secara daring, Rabu (4/8).

Budi menjelaskan, pekarangan memiliki beragam fungsi. Di antaranya untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi. Pekarangan pun memiliki fungsi estetika, seperti ditanami tanaman hias.

Secara ekologi, pekarangan juga memberikan layanan ekosistem, seperti menyediakan udara bersih, menahan erosi tanah, menjaga sistem hidrologi, serta seringkali didatangi hewan liar seperti serangga dan burung.

Dijelaskan Budi, melalui konsep pertanian urban (urban farming), berkebun dapat diintergrasikan dengan kegiatan perikanan dan peternakan pada lahan terbatas. Gizi keluarga pun dapat terpenuhi.

Hal senada juga dikatakan dosen Fakultas Peternakan Unpad Dr. Ir. Masyur, M.Si, IPM yang sudah mempraktikkan konsep urban farming di pekarangan rumahnya. Ia mengelola pekarangan dengan menanam tanaman untuk sayuran, budidaya ikan lele, ternak ayam petelur yang kaya omega 3, serta pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Menurut Mansyur, dengan bertani di pekarangan, ada sejumlah manfaat yang diperoleh. Selain sebagai sumber pangan keluarga, juga berpotensi menjadi sumber penghasilan. Fungsi lain, seperti estetika, sosial, dan keamanan lingkungan pun terpenuhi.

Pada webinar tersebut, Budi juga memaparkan mengenai diversitas tanaman pekarangan. Tanaman dibagi dalam kelompok umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, rempah dan bumbu masak, serta obat herbal.

Webinar juga menghadirkan narasumber dosen Ilmu Gizi Universitas Esa Unggul Vitria Melani, S.Si., M.Si dengan materi mengenai gizi dan kesehatan keluarga.

Webinar tersebut merupakan puncak kegiatan KKN Virtual Integratif 2021 bertema pangan dan kesehatan. Kegiatan KKN Virtual ini juga menghasilkan data diversitas tanaman pekarangan di daerah tempat tinggal mahasiswa.

Kegiatan KKN Virtual diawali dengan observasi di wilayah tempat tinggal mahasiswa untuk mendata diversitas tanaman pekarangan. Observasi dilakukan di wilayah Jakarta Timur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Malang (Jatim) dan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara).

Selanjutnya tim menyusun Infografis mengenai diversitas tanaman pekarangan beserta informasi kandungan gizi untuk memenuhi gizi seimbang.

Tim KKN beranggotakan Rifaa’ Adelya Herdiawan (FH), Yohana Andaresta (FK), Ayu Wandira (FMIPA), Dhea Shinta Pratitis Siagian (FMIPA), Felina Septriani (FMIPA), Datu Damsir Mamuja (FISIP), Iasya Mardhiyyah (FISIP), Galuh Sekar Cendani (Fapet), Karisha Citra Elfani (Fkep), dan Galih Ganjar Prakoso (Fkep). Mereka dibimbing Dr. Budi Irawan, M.Si  dan melibatkan juga sebagai tim PPM Dr. Eneng Nunuz Rohmatullayaly, M.Si dari FMIPA.(arm)*

Share this: