Refleksi Usia 64 Tahun, Unpad Gelar “Unpad Bersyukur”

Tokoh pendidikan nasional Prof. Arief Rachman Hakim memberikan ceramah pada acara Unpad Bersyukur “Optimisme dan Syukur: Unpad Menuju Transformasi Hybrid University” yang disiarkan secara langsung dari Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (10/9). (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id] Memperingati Dies Natalis ke-64, Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan Unpad Bersyukur “Optimisme dan Syukur: Unpad Menuju Transformasi Hybrid University” yang disiarkan secara langsung dari Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (10/9).

Koordinator Unpad Bersyukur Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum. mengatakan bahwa Dies Natalis Unpad harus disyukuri, mengingat 64 tahun perjalanan Unpad bukanlah hal yang mudah. Bagi Unpad, 64 tahun bukan hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga disertai prestasi membanggakan.

“Terkait dengan dua hal ini, tidak ada kata lain, kita ada kewajiban untuk mensyukurinya,” kata Dr. Mumuh.

Acara tersebut Unpad Bersyukur tahun ini di antaranya diisi dengan pembacaan Surat Ar Rahman dipimpin oleh Dr. Hazbini, M.Ag., , dan ceramah dari tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Arief Rachman.

Terkait dengan tema Unpad Bersyukur  tahun ini, Arief Rachman mengatakan bahwa universitas hybrid berarti universitas yang dapat bermanfaat  dan dapat dicangkokkan ke semua Lembaga pendidikan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Arief Rachman mengusulkan mengatakan ada 13 watak yang perlu dikembangkan oleh keluarga besar Unpad, termasuk juga alumni.

“Saya mengusulkan ada 13 watak yang perlu dikembangkan oleh teman-teman di Unpad, oleh alumni, oleh semua sivitas akademika,” ujarnya.

Tiga belas watak tersebut adalah bertakwa, fleksibel, keterbukaan, ketegasan, berencana, mandiri, toleransi, disiplin, berani ambil risiko, sportif, setia kawan, integritas, dan berorientasi masa depan dalam penyelesaian tugas.(arm)*

Share this: