Puas dengan Hasil Riset, YESSA Lanjutkan Pemberian Pendanaan untuk FTIP Unpad

Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc., secara simbolis menerima sertifikat pendanaan riset dari Sekretaris Eksekutif Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) Jepang 2022-2025, Jepang Keita Kamikubo dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman FTIP Unpad-YESSA di Aula FTIP Unpad, Jatinangor, Selasa (16/8/2022).*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran memperoleh pendanaan (subvention) lanjutan dari Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA), Jepang untuk pelaksanaan riset bersama.

Penyerahan subvention tersebut dilakukan melalui acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Dekan FTIP Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc.,  dengan Sekretaris Eksekutif YESSA periode 2018-2022 Osamu Sugano dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pendanaan riset di Aula FTIP Unpad, Jatinangor, Selasa (16/8/2022).

Acara ini dihadiri oleh dan para Wakil Dekan, Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Prof. Ir. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Teknologi Agroindustri Dr. Dwi Rustam Kendarto, S.Si., M.T., serta tim periset.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad disebutkan, pada bagian awal, disampaikan paparan kilas perjalanan kolaborasi antara FTIP Unpad dan YESSA Jepang oleh penanggung jawab kolaborasi Handarto, S.TP., M.Agr., Ph.D.

Handarto menyampaikan bahwa kerja sama FTIP Unpad dengan YESSA Jepang ini dimulai sejak tahun 2017. Tema riset periode 2017-2022 adalah Design of An Online Decision Support System for Wetland Rice Production.

Sementara, tema riset untuk 2022-2026 adalah Application of UAV-Based IoT Technology to Rice Production Monitoring System in Connection to Sustainable Agriculture. Keduanya menggunakan teknologi pengolahan citra digital. Dana subvention berkisar 15.000-20.000 Dolar AS per tahunnya,” tambah Handarto yang juga Kepala Unit Internasionalisasi FTIP Unpad ini.

Selanjutnya, dalam sambutannya Sarifah mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada YESSA Jepang karena telah memberikan kepercayaan kepada FTIP Unpad untuk menjadi mitra kolaborasi riset di bidang pertanian berkelanjutan.

”Kolaborasi ini sangat strategis karena mendukung program internasionalisasi fakultas, seiring dengan upaya mewujudkan Unpad sebagai World Class University. Oleh karena itu, kami berusaha sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilan implementasi MoU ini,” tambahnya.

Dalam sambutannya Osamu menilai bahwa secara umum, riset periode tahun 2017-2022 yang telah dilakukan Tim FTIP Unpad telah memberikan hasil memuaskan.

”Kami menandakan bahwa FTIP Unpad memahami betul kebijakan YESSA beserta ruang lingkupnya. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan kami untuk memberi subvention lanjutan ini,” tambah Sugano.

Selain dosen Departemen Teknologi Pertanian dan Biosistem FTIP Unpad, riset kolaborasi ini melibatkan juga dosen Fakultas Pertanian Unpad khususnya Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan serta Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan.

”Ke depannya, kami ingin riset ini melibatkan dosen-dosen dari fakultas lain di Unpad sehingga dampaknya akan terasa lebih besar,” harap Sugano.

Sekretaris Eksekutif YESSA periode 2022-2026, Keita Kamikubo mengingatkan bahwa keberhasilan riset ini memerlukan syarat yang berat, meliputi aspek sumber daya dan kesungguhan.

”Namun demikian, saya yakin tim riset Unpad mampu melaksanakannya sehingga dapat meraih capaian riset ini pada tahun 2026 nanti,” ujar Kamikubo.

Ketua tim periset, Ir. Mimin Muhaemin, M.Eng., Ph.D. menjelaskan bahwa sub-tema pada riset mendatang meliputi: 1) Identification of Symptoms of P and K Nutrient Deficiencies and Water-scarce in Rice Plants; 2) Digital Leaf Image Processing for Diagnosing Brown-Leaf Spot Diseases in Rice Plant; dan 3) Developing a Monitoring and Control System for the Rice Growth in Greenhouse.

Dalam riset ini, drone akan digunakan supaya dapat memantau kondisi tanaman padi bukan hanya yang berada di dekat pematang, tetapi juga tanaman padi yang berada di bagian tengah petak sawah.

”Dengan demikian, analisis status kecukupan nutrisi dan air serta tingkat serangan penyakit pada tanaman padi dapat dilakukan secara lebih akurat dan menyeluruh,” imbuh Kepala Laboratorium Alat dan Mesin FTIP Unpad ini.

Dalam rangkaian kegiatan ini, dilakukan paparan dan diskusi hasil riset tahun fiskal 2021-2022 dan proposal riset tahun fiskal 2022-2023, disertai kunjungan ke rumah kaca penelitian. (rilis)*

Share this: