Fapsi Unpad Jalani Visitasi Akreditasi Internasional oleh FIBAA

Suasana penerimaan asesor akreditasi FIBAA, Jerman, ke Fakultas Psikolgi Universitas Padjadjaran di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (20/6/2023). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran menjalani visitasi akreditasi internasional dari lembaga “Foundation for International Business Administration Accreditation” atau FIBAA asal Jerman, Selasa (20/6/2023) hingga Rabu (21/6/2023). Sebanyak empat asesor, satu representatif mahasiswa, dan satu project manager FIBAA melakukan visitasi tersebut.

Visitasi diterima secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita bersama sejumlah pimpinan universitas serta Dekan Fapsi Zahrotur Rusyda Hinduan, PhD., beserta pimpinan di lingkungan Fapsi di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (20/6/2023).

Pada acara penerimaan tersebut, Dekan yang akrab disapa Rosie memaparkan sekilas mengenai profil Fapsi Unpad. Beberapa yang dibahas adalah strategi pengembangan perguruan tinggi, kolaborasi, hingga strategi internasionalisasi.

“Untuk kolaborasi eksternal, kita menjalin kolaborasi dengan alumni, profesional, NGO, instansi swasta, serta kolaborasi baik dengan pemerintah, komunitas swasta. Di luar kita kita terus meningkatkan kolaborasi internasional dengan lembaga akademik dan nonakademik,” kata Rosie.

Dalam upaya memperkuat internasionalisasi, Prof. Arief menyampaikan bahwa Unpad sudah menyiapkan persyaratan berupa kemampuan bahasa Inggris bagi calon pendaftar. Pada jenjang Pascasarjana, pendaftar wajib memiliki skor TOEFL minimal 450 untuk program Magister dan 500 untuk program Doktor.

“Untuk Program Sarjana kita dorong untuk menyelesaikan tes TOEFL dengan skor yang baik dan diharapkan bisa mencapai standar 450,” kata Prof. Arief.

Program lainnya adalah melaksanakan pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Di tingkat Sarjana, banyak mahasiswa yang pergi ke perguruan tinggi asing melalui program IISMA. Di luar itu, Unpad juga banyak menyelenggarakan kerja sama berupa double degree dan joint degree dengan perguruan tinggi asing.

Fapsi Unpad sendiri, kata Rosie, telah menjalin kerja sama joint degree dengan Maastricht University, Belanda, serta dengan Dalhousie University, Kanada. Selain itu, kerja sama berupa non-degree dilakukan, seperti program magang internasional di Australia, joint courses dengan Radboud University, Belanda, serta pelaksanaan summer courses.

Peningkatan rekognisi internasional juga diperkuat dengan peningkatan jumlah publikasi internasional. Rosie mengatakan, Fapsi Unpad terus berupaya mengimplementasikan kebijakan publikasi internasional di Unpad, yaitu minimal lima publikasi per tahun. Pada 2022, Fapsi Unpad berhasil menghasilkan 42 publikasi ilmiah internasional yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa Doktor.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan visitasi lapangan ke Fapsi Unpad. Adapun tim asesor yang hadir melakukan visitasi, yaitu Prof. Dr. Peter Sedlmeier Chemnitz (University of Technology, Jerman), Prof. Dr. Astrid Schuetz (University of Bamberg, Jerman), Dr. Endang R. Surjaningrum (Unair), Dipl-Psych. Ute Beye (Praktisi profesional FIBAA), Paul Goesmann (representatif mahasiswa), dan Christiane Butler (Project Manager FIBAA).*

Share this: