Laporan oleh Ahmad Dyandra Rama Putra Bagaskara
[Kanal Media Unpad] Direktur Network and Service Bank Negara Indonesia (BNI) Ronny Venir memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika dan tenaga kependidikan Universitas Padjadjaran bertajuk “Transformasi Layanan Digital Dunia Perbankan” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis (19/10/2023).
Pada kesempatan tersebut, Ronny mengatakan bahwa menghadapi disrupsi digital, layanan perbankan melakukan evolusi. Salah satu bentuknya adalah layanan transaksi perbankan yang banyak beralih ke transaksi digital.
“Bank harus mengikuti perkembangan-perkembangan bisnis secara digital. Kalau enggak, bank akan ketinggalan,” ujar Ronny.
Dikatakan Ronny, saat ini perkembangan mobile banking dari seluruh bank bisa dengan cepat berubah karena mengikuti zaman dan keinginan konsumen dari bank tersebut.
Ronny menjelaskan, tren nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang kini telah menurun. Dulu, nasabah harus antre saat berkunjung ke bank. Berbeda dengan sekarang, banyak kantor cabang yang sepi, tetapi transaksi digital terus meningkat.
“Artinya, kita dapat shifting dari transaksi di outlet ke sistem digital transaction,” ujar Ronny.
Di BNI misalnya, pada 2020, tercatat ada 3,21 persen nasabah yang masih melakukan transaksi di kantor cabang. Namun, pada 2022, jumlah nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang turun menjadi 1,64 persen.
Selain itu, saat ini juga terjadi penurunan jumlah pengguna ATM. Hal itu disebabkan oleh banyaknya nasabah yang memilih untuk melakukan transaksi perbankan secara mobile.
“Sekarang, (pengguna) ATM, frekuensinya turun terus. Tren jumlah transaksi mobile banking secara signifikan meningkat, tetapi untuk penggunaan ATM terus berkurang,” ujar Ronny.
Dikatakan Ronny, perkembangan layanan digital perbankan ini bisa dimanfaatkan di lingkungan kampus. Beberapa bentuk layanan yang bisa dimanfaatkan, di antaranya seperti smart platform card untuk pegawai dan mahasiswa, electronic payment solution, dan total solution smart hospital.
Lebih lanjut, Ronny menjelaskan, evolusi perbankan ke dalam layanan digital juga menimbulkan sejumlah ancaman. Salah satunya adalah potensi pembobolan akun bank oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, Ronny berpesan kepada seluruh nasabah untuk selalu waspada saat melakukan transaksi perbankan secara digital.
“Sekarang itu, banyak roaster. Makanya, teman-teman (harus) hati-hati. Jangan kasih OTP, jangan kasih PIN, jangan kasih password,” ujarnya.
Perkembangan layanan perbankan digital kini juga telah dibarengi dengan sistem perlindungan nasabah. Hal itu diperlukan agar para nasabah bisa melakukan transaksi perbankan dengan aman dan nyaman.
“Perkembangan perbankan digital ini berjalan dengan peningkatan terhadap perlindungan nasabah. Makanya, dengan banyaknya (layanan) digital, kita juga punya customer protection,” ungkap Ronny.
Acara kuliah umum tersebut dibuka oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Dalam sambutannya ia mengatakan, kuliah umum yang diselenggarakan sebagai bentuk kerja sama Unpad-BNI ini merupakan kegiatan yang baik. Sebab, temanya sesuai dengan mahasiswa yang kini sudah melek teknologi. (art)*



