Laporan oleh Ahmad Dyandra Rama Putra Bagaskara
[Kanal Media Unpad] Tiga produk/karya inovasi Universitas Padjadjaran terpilih mengikut Lomba Non-Pimnas di Bale Santika Unpad Jatinangor, 27 – 30 November 2023. Ketiga tim tersebut masing-masing mewakili kategori Produk/Karya Inovasi Teknologi, Produk/Karya Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Produk/Karya Inovasi Kewirausahaan.
Pada kategori Inovasi Produk/Karya Teknologi, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unpad memamerkan robot pengendali larva nyamuk Aedes aegypti yang diberi nama “Ofelos Larvasida Ball”. Ofelos Larvasida Ball sendiri merupakan smart portable robot yang berfungsi mendeteksi, menyedot, dan membunuh larva Aedes aegypti.

Tim yang mengembangkan robot tersebut terdiri dari Alifia Febriani (Agribisnis), Dira Purwasih (Agribisnis), Siti Sintasari (Kimia), Veadora Yasminingrum (Teknik Elektro), dan Adinda Salsabila (Teknik Informatika), dengan dosen pembimbing Vira Kusuma Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Mereka merancang robot tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dengan mengusung judul “Smart Portable Larvasida Ball Berbahan Daun Ciplukan dan Kemangi sebagai Upaya Pengendalian Larva Nyamuk Aedes aegypti yang Terintegrasi IoT”.
Pada kategori Produk/Karya Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat, tim Fakultas Keperawatan Unpad memamerkan aksi pengabdian sosial bernama “Lampu Juara” atau Sekolah Perempuan Maju dan Berdaya.

Aksi pengabdian Lampu Juara telah dilakukan untuk masyarakat Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang sejak Juli dan berakhir pada Oktober 2023 lalu. Pelaksanaan aksi pengabdian sosial tersebut dibimbing oleh Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan sekaligus alumni Fakultas Keperawatan (FKep) Unpad, Ida Maryati, S.Kp., M.Kep.,Sp.Mat.,Ph.D.
Sebagai informasi, Lampu Juara sendiri merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan ilmu dan keterampilan kepada perempuan agar masyarakat bisa lebih maju dan berdaya. Program ini telah diikuti oleh 50 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Jatimukti.
Sementara itu, pada kategori Inovasi Produk/Karya Kewirausahaan, tim PKM Kewirausahaan (PKM-K) Unpad memamerkan media tanam tanaman hias dalam ruangan (indoor) bernama Citrigel (Citrus dan Hidrogel). Citrigel sendiri merupakan media tanam tanaman hias alternatif yang dibuat dengan memanfaatkan hidrogel dan pupuk wangi dari limbah kulit jeruk limau.

Tim PKM Unpad yang mengembangkan produk Citrigel terdiri dari Muhammad Abdul Rofiq (Agroteknopreneur), Idham Parhanudin (Agribisnis), Hafizh Hadian Perdana (Kimia), Cahyaning Auliya Khairunnisa (Keperawatan), dan Dewi Purwati (Keperawatan).
Di bawah bimbingan dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad, Dr. Rahmat Budiarto, S.P., M.Si. Mereka mengembangkan produk Citrigel lantaran dewasa ini, memelihara tanaman hias di dalam ruangan dianggap merepotkan bagi sebagian kalangan. Sebab, media tanamnya dinilai berpotensi mengotori ruangan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. (art)*
