Rayakan Usia 65 Tahun, FIB Unpad Usung Semangat Kolaborasi Budaya

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Unpad Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., menyampaikan pidato dalam puncak peringatan Lustrum XIII FIB Unpad yang diselenggarakan di FIB Unpad, Jatinangor, Rabu (1/11/2023). (Foto: Juli Hantoro/FIB Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran telah berusia 65 tahun atau memasuki Lustrum ke-XIII. Memperingati Lustrum XIII, FIB Unpad mengangkat tema “Kolaborasi Budaya” sebagai bagian dari manifestasi komitmen FIB Unpad untuk berkontribusi dalam internasionalisasi Unpad sekaligus bertekad untuk menjadi bagian penting dari pencapaian Indonesia Emas tahun 2045.

Dalam pidatonya, Dekan FIB Unpad Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D mengatakan bahwa sebagai fakultas yang merangkul berbagai kekayaan budaya baik lokal maupun global, FIB Unpad memandang kolaborasi antarbudaya adalah substansi signifikan yang membangun identitas dan kiprah akademik sivitas akademika FIB.

“Budaya, bukan saja yang diacu sebagai pemikiran generik tentang etnisitas, melainkan yang mengacu kepada cara berpikir dan praktik keseharian yang dibentuk oleh berbagai faktor, termasuk kelas, etnisitas, gender, letak geografis, dan agama,” ujar Prof. Aquarini dalam puncak peringatan Lustrum XIII FIB Unpad yang diselenggarakan di Pusat Studi Bahasa Jepang Kampus FIB Unpad, Jatinangor, Rabu (1/11/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tanpa kerendahan hati untuk berkolaborasi, terutama dalam menerima keragaman cara berpikir dan praktik sehari-hari dari budaya yang lain, pemerolehan dan eksplorasi pengetahuan dalam bidang bahasa, sastra, kajian budaya, filologi, dan sejarah tidak mungkin terjadi.

“Alih-alih meliyankan, sivitas akademika FIB harus selalu bernegosiasi dengan yang lain, yang berbeda, yang mungkin juga tidak kita pahami,” kata Prof. Aquarini.

Kolaborasi Budaya dapat juga dipikirkan dalam kerangka yang lain, yakni “Budaya Kolaborasi”. Kolaborasi sebagai budaya, sebagai kebiasaan dan sebagai cara berpikir. Prof. Aquarini menilai bahwa pekerjaan apapun, tidak dapat dikerjakan sendiri.

“Kolaborasi adalah cara berpikir yang harus kita normalisasi,” kata Prof. Aquarini.

Dalam kiprahnya selama 65 tahun, capaian dari FIB Unpad pun semakin baik. Di antaranya adalah penelitian dan publikasi berdampak bagi masyarakat. Hal ini sebagai bagian dari komitmen Unpad yang bukan hanya mendunia, tetapi kehadirannya harus bermanfaat.

FIB Unpad juga terus berupaya meningkatakan rekognisi internasional. Program internasionalisasi telah diturunkan ke dalam berbagai program, seperti peningkatan jumlah dosen asing, peningkatan jumlah mahasiswa asing, peningkatan kerja sama internasional dengan lembaga pendidikan atau perusahaan, penelitian bersama mitra asing, publikasi bersama dengan mitra asing, perekrutan Adjunct Professor, dan akreditasi internasional.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Aquarini mengajak keluarga besar FIB Unpad untuk lebih bekerja keras dalam menghadapi tantangan yang lebih berat di masa depan.

“Hanya dengan kerja sama, kerja keras, dan kerja cerdas yang dilandasi kebersamaan kita akan bisa meraih prestasi dan menuju Unpad Unggul di tahun 2024,” ujarnya.

Acara puncak Lustrum XIII FIB Unpad tersebut diisi dengan Orasi ilmiah Guru Besar FEB Unpad sekaligus Ketua Dewan Profesor Unpad Prof. Arief Anshory Yusuf dengan judul “Peran Budaya dan Institusi dalam Pencapaian Indonesia Emas 2045”. (arm)*

Share this: