[Kanal Media Unpad] Mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Padjadjaran di Desa Bojongloa, Rancaekek, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan workshop “Sibolang” atau “Aksi Bojongloa Nol Stunting” di Kantor Desa Bojongloa, Jumat (19/1/2024).
Kegiatan ini diikuti perwakilan pemerintah desa dan 36 kader posyandu dari 18 RW. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Desa Bojongloa merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di Kabupaten Bandung dengan total kasus sebanyak 58 stunting.
Karena itu, mahasiswa dengan dosen pendamping lapangan Nursiswati, S.Kep., Ners., M.Kep., SP. KMB, menggelar kegiatan Sibolang.
Kegiatan diisi dengan penyampaian materi oleh Nursiswati, praktik pengukuran diagnosis stunting, dan focus group discussion yang membahas permasalahan serta solusi terkait kasus stunting di Desa Bojongloa.
Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh peserta workshop karena mampu memberikan pengetahuan mendalam tentang stunting dan memfasilitasi ruang diskusi antara kader posyandu dan pemerintah desa.
“Respons mereka (peserta workshop) dari mulai pemberian materi sangat memperhatikan dengan baik, tidak ada yang mengobrol, semangat semuanya, antusias dan saat diskusi tanpa merasa ada hambatan maupun kekhawatiran (saling terbuka) terkait diskusi permasalahan stunting,” kata Nursiswati.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari pihak pemerintah Desa Bojongloa. “Alhamdulillah di sini ada membahas tentang permasalahan, solusi, dan inovasinya. Terima kasih kepada KKN 51 Unpad yang telah menyelenggarakan acara ini,” kata Elis selaku Kepala seksi kesejahteraan.
Salah satu kader Posyandu Iis mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan akan terus berlanjut dan mampu memotivasi kader posyandu dalam penanganan stunting di Desa Bojongloa.
“Acaranya menyenangkan dan banyak ilmu yang kita dapat untuk kader-kader posyandu, mudah-mudahan kedepannya ini dapat berlanjut supaya memotivasi kader posyandu agar lebih semangat ke posyandu untuk membantu warga dalam mencapai nol stunting,” kata Ibu Iis. (rilis)*
