Laporan oleh Anggi Kusuma Putri
[Kanal Media Unpad] Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Hari Setyowibowo, PhD, menjelaskan beberapa hal yang perlu dikembangkan oleh para mahasiswa Pascasarjana untuk meningkatkan ketangguhan dalam perjalanan studi mereka.
Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada acara Orientasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2023/2024 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Rabu (21/2/2024).
Hari menyampaikan, ketangguhan sebagai kemampuan seseorang menghadapi serta bangkit dari berbagai kesulitan merupakan hal yang perlu dikembangkan. Salah satu cara mengembangkannya adalah dengan mengingat kembali berbagai perjuangan yang telah dilakukan.
“Kita perlu terus-menerus mengembangkan ketangguhan karena kita selalu berharap semua berjalan dengan lancar,” kata Hari.
Dalam pemaparannya Hari menjelaskan, ada lima hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tangguh seseorang, yaitu mengelola impian, mengasah kecakapan, mengelola energi, mengembangkan relasi, hingga mengapresiasi tantangan.
Memiliki impian juga perlu mempertimbangkan beberapa hal. Impian tersebut harus cukup berharga dan layak diperjuangkan serta harus dikembangkan menjadi target yang terukur. Ini dilakukan agar dapat terlihat sejauh mana kita mencapai tujuan tersebut.
“Kalau Anda hanya taruh impian itu dan tidak membuat target-target yang terukur, maka impian itu hanya akan jadi impian dan tidak mampu menggerakan Anda ke dalam langkah-langkah yang konkret,” ujar Hari.
Mahasiswa juga perlu terus mengasah kecakapan. Ini didasarkan dalam perjalanan studi akan semakin menyadari bahwa banyak sekali hal yang harus dipelajari. Hari mengimbau kepada para mahasiswa senantiasa mengejar dan mengasah kecakapan tersebut, serta tidak perlu merasa malu terus belajar.
Tidak hanya itu, mahasiswa Pascasarjana juga perlu mengelola energi, baik energi fisik, intelektual, emosi, serta energi spiritual. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kelelahan pada berbagai aspek tersebut selama menjalani studi.
“Yakinlah bahwa proses belajar di pascasarjana akan melelahkan. Perjalanan studi itu bukan seperti lari maraton dan saya usulkan diubah menjadi seperti rangkaian lari cepat. Jadi anda harus merancang itu seperti rangkaian sprint. Lari, jeda nikmati kehidupan, lari lagi, jeda nikmati kehidupan,” jelas Hari.
Selanjutnya, selama menjalani studi, mahasiswa perlu memastikan untuk mengembangkan relasi dengan berbagai macam cara agar mahasiswa dapat terus mendapatkan social support dari orang lain melalui relasi yang dibangun.
Tidak kalah penting, mahasiswa juga perlu melakukan apresiasi terhadap setiap tantangan yang dihadapi. Hari menyampaikan bahwa dalam perjalanan studi sebagai mahasiswa Pascasarjana setidaknya akan menghadapi berbagai hal, seperti kesulitan, kegagalan, dan kemalangan yang perlu tetap kita apresiasi keberadaanya.
Mengapresiasi tantangan dapat dilakukan dengan cara menerima dan mengakui bahwa kesulitan tersebut memang terjadi. Tidak cukup dengan mengakui dan menerima saja, mahasiswa juga harus bisa mengambil pelajaran dari kegagalan yang telah dihadapi tersebut.
“Banyak orang yang kemudian terlena dengan menghibur diri ‘aku ngga apa-apa kok, ini bukan kesulitan kok, aku pasti bisa’, itu menghibur diri yang bisa melenakan Anda. Yang saya usulkan adalah akui saja bahwa Anda tidak baik-baik saja. Kalau mau menangis, menangis saja,” pungkasnya. (arm)*
