Laporan oleh Salsabila Andiana
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima salah seorang mahasiswi asing asal Tanzania, Afrika Timur, bernama Happyness Elias Lugiko. Menariknya, Happy, sapaan akrabnya, memilih kuliah di Unpad bukan lewat jalur beasiswa, melainkan dengan biaya sendiri.
Happy saat ini menjadi bagian dari mahasiswi Magister Integrated Microfinance Management (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad pada Semester Genap tahun akademik 2023/2024.
Saat diwawancarai Kanal Media Unpad, awalnya Happy berminat untuk melanjutkan studinya pada tingkat Magister dalam bidang microfinance. Kemudian, ia mencari universitas di dunia yang memiliki program studi tersebut. Nama Unpad kemudian muncul pada pencarian teratas perguruan tinggi yang menyelenggarakan program microfinance.
“Unpad adalah salah satu universitas yang muncul dalam pencarian saya (dari internet),” ujarnya.
Dari hasil pencarian tersebut, Happy mencari tahu lebih dalam mengenai IMM FEB Unpad. Ia tertarik karena Unpad menawarkan program yang mengintegrasikan teknologi dengan microfinance.
Di mesin pencari, Happy menemukan bahwa Unpad memiliki fakultas yang sangat berkualifikasi dan berpengalaman, dengan banyak profesor yang ahli di bidangnya masing-masing.
“Sejak awal, saya percaya bahwa keahlian dan bimbingan mereka (para profesor) dapat sangat meningkatkan pengalaman belajar saya,” imbuh mantan Anggota Dewan Legislatif Afrika Timur tersebut.
Menurutnya, Unpad termasuk universitas terkemuka di Indonesia yang dikenal karena keunggulan dan standar akademik yang tinggi. Unpad juga sudah memiliki akreditasi baik di lingkup nasional maupun internasional.
“Saya menemukan bahwa Unpad memiliki akreditasi dari lembaga akreditasi nasional dan internasional yang menjamin pendidikan berkualitas,” ujar Happy.
Faktor lain yang mendorong Happy tertarik memilih Unpad adalah karena lulusan Unpad diakui secara internasional. Selain itu, biaya juga menjadi pertimbangan bagi Happy. Menurutnya, Unpad memiliki biaya yang bersahabat.
“Unpad menawarkan biaya kuliah yang terjangkau, tetapi tetap memberikan pendidikan berkualitas tinggi,” katanya.
Happy pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dr. Asep Mulyana, SE., MCE., selaku Kaprodi S-2 IMM Unpad. Pasalnya, Dr. Asep senantiasa memberikan informasi mengenai IMM kepada Happy sebelum ia mendaftar di Unpad.
Setelah menempuh studi di Unpad, Happy merasa bahwa Unpad merupakan pilihan yang tepat.
“Unpad merupakan universitas yang bagus. Saya memang benar dalam memilih,” ujar Happy.
Happy juga meyakini bahwa program S-2 IMM Unpad yang ia jalani dapat membawanya menuju karier impiannya.
“Setelah lulus, saya akan berkontribusi pada inisiatif-inisiatif dampak sosial positif di negara saya yang tercinta, Tanzania, dan di luar negeri,” harapnya. (art)*
