Dosen Sekolah Pascasarjana Unpad Paparkan Hasil Risetnya di Kongres Kehutanan Dunia ke-26

Padjadjaran Dr. Sc. Dina Oktavia, M.Si.*

[Kanal Media Unpad] Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran Dr. Sc. Dina Oktavia, M.Si., menjadi salah satu peserta Kongres Kehutanan Dunia ke-26 dengan tema “Forests and Society Towards 2050” yang diselenggarakan International Union of Forest Research Organizations (IUFRO) di Stockholm, Swedia, 23-29 Juni 2024.

Dina menjadi salah satu penerima full sponsorship dari IUFRO melalui “IUFRO’s Scientist Assistance Programme” sehingga juga berkesempatan mengikuti kegiatan Pre-Training Congress Workshop (PCTW) IUFRO 2024 yang diselenggarakan di Swedish University of Agricultural Sciences, Uppsala, Swedia, pada tanggal 19-22 Juni 2024.

Adapun tema workshop yang dipilih oleh Dina yaitu Research Methods. Workshop ini dipandu oleh Prof. John Kershaw dari Universitas New Brunswick, Canada.

“IUFRO World Congress merupakan forum global untuk pertukaran pengetahuan, perspektif, dan visi antar ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, dan dialog dengan generasi muda, pembuat kebijakan, pengelola hutan, perwakilan dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil terbesar di dunia yang diadakan setiap lima tahun sekali. Saya memulai submit abstrak pada kongres ini sejak 2014, saat masih menjadi mahasiswa S2. Kongres kali ini merupakan kali pertama saya berpartisipasi langsung mepresentasikan kajian saya” ujar Dina.

Dina berkesempatan mempresentasikan dua penelitian dalam IUFRO World Congress di Stockholmsmässan, Stockholm, Swedia, yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 29 Juni 2024. Presentasi pertamanya berjudul “Unearthing Past Sundaland’s Legacy: The Savanna Corridor of Belitung Kerangas Forest, Indonesia”.

Presentasi tersebut memaparkan mengenai pentingnya konservasi ekosistem hutan kerangas dalam kaitannya sebagai laboratorium alam yang diduga sudah ada sejak masa Last Glacial Maximum.

Keberadaan hutan kerangas sangat krusial dalam rekonstruksi perubahan iklim global karena lokasinya berada pada jalur Indo-Pacific Warm Pool (IPWP). Selain itu, perlu dibangunnya plot permanen yang dapat dimonitoring secara berkelanjutan sebagai tempat kajian proses ekologi dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Pada presentasinya kedua yang berjudul “Universitas Padjadjaran Arboretum Offers Biodiversity Resources for Long-term Research and Education,  Dina membahas potensi Unpad sebagai universitas yang menawarkan potensi keanekaragaman hayati di kawasan arboretum kampus Unpad Jatinangor.

Arboretum Unpad telah dimanfaatkan sebagai tempat praktikum dan penelitian mahasiswa selama kurang lebih 15 tahun terakhir. Melalui forum ini, peran universitas tidak hanya sebagai penyelenggara kegiatan akademik, namun juga pengelola ekosistem dan biodiversitas bagi kehidupan yang keberlanjutan.

Partisipasi Dina dalam kongres ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan hutan tropis secara global. Secara khusus, mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem hutan kerangas di Indonesia. Selain itu juga mempromosikan Unpad sebagai institusi yang mengedepankan konservasi ekosistem di dalam kampus sebagai penyedia layanan ekosistem dan biodiversitas. (arm)*

Share this: