[Kanal Media Unpad] Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggandeng Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran melaksanakan program Amplifikasi Metode Pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) melalui kegiatan “Training of Trainers Account Officer Tahun 2024” yang digelar di Co&Co, Bandung, Kamis (25/7/2024).
“Ini tahun ke-3 kami melaksanakan Program ToT bagi AO bersama Unpad. Tahun ini akan melibatkan 8 perguruan tinggi, antara lain: Universitas Padjadjaran, Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Pertanian Payakumbuh, dan Universitas Sam Ratulangi,” ucap Muhammad Yusuf selaku Direktur Kerja Sama Pendanaan dan Pembiayaan PIP.
Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Sarifah Nurhanah, M.App.Sc., menyampaikan, kegiatan Training of Trainers Account Officer Tahun 2024 akan dilaksanakan secara 3 tahap. Tahap pertama adalah ToT bagi PIC masing-masing perguruan tinggi dan mentor bisnis masing-masing daerah.
Tahap kedua, ToT kepada Account Officer peserta dari koperasi mitra PIP. Tahap ketiga, penguatan dan perluasan pemasaran melalui pembentukan Kedai UMi di masing-masing wilayah.
“Pengalaman tim kami mendampingi Ultra Mikro (UMi) dari Tahun 2020 – sekarang dengan dampak perubahan mindset wirausaha, perbaikan produk, dan peningkatan omset mulai 15 – 300%, sudah waktunya kami melakukan amplifikasi metode pendampingan kepada beberapa perguruan tinggi agar memperluas dampak sosial ekonomi pelaku usaha Ultra Mikro sehingga dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” tambah Sarifah
Muhammad Yusuf menambahkan, kolaborasi dengan universitas dan mitra seperti PNM, Pegadaian, dan koperasi telah memberikan hasil positif dalam meningkatkan kualitas pendampingan terhadap UMi. “Program ini dimulai dengan sukses di Universitas Padjadjaran dan kini diperluas ke 7 perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia,” imbuhnya
Sementara itu Direktur Utama PIP Ismed Saputra menyampaikan bahwa program Kampung UMi merupakan salah satu bentuk komitmen PIP dalam pengembangan usaha Debitur UMi.
Kepala Unit Inkubasi, Hilirisasi, dan Komersialisasi FTIP Unpad Dr. In-In Hanidah mengungkapkan, melalui riset yang sudah dillakukan, fakultas telah menemukan pola pendampingan yang sesuai untuk UMi. “Pola pendampingan secara persuasif dengan mengimplementasikan secara langsung sebagai pembiasaan, merupakan faktor penting untuk megukur keberhasilan pendampingan,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan UMi dapat terus tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi ekonomi Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui pendampingan dan pembinaan UMKM, serta kolaborasi yang strategis antara sektor publik, perguruan tinggi, dan swasta untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (art)*
