[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mengatakan, Unpad punya tujuan mewujudkan perguruan tinggi berkualitas dan bereputasi dunia melalui pencapaian rencana strategis (Renstra). Pengakuan kualitas dan reputasi tidak hanya dilakukan oleh warga Unpad, tetapi juga dari para pemangku kepentingan.
“Kalau Bapak/Ibu dan pihak luar sepakat betul bahwa Unpad berkualitas, itu outcome-nya jelas. Tapi kalau ragu, di situlah kita harus evaluasi,” ujar Rektor saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Evaluasi Renstra Unpad 2020-2024 yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (31/7/2024).
Rapat kerja hari pertama ini diikuti oleh pimpinan universitas, dekan, wakil dekan, serta kepala departemen dan ketua program studi di lingkungan Unpad.
Rektor menjelaskan, visi Unpad di dalam Renstra 2020-2024 adalah “Mencapai Universitas Bereputasi Dunia dan Berdampak pada Masyarakat” yang dilandasi oleh Pola Ilmiah Pokok “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup”. Visi ini sesuai dengan amanat statuta Unpad pada PP Nomor 51 Tahun 2015.
Visi tersebut diturunkan ke dalam delapan capaian, yaitu kualitas SDM dan institusi, kualitas pendidikan, kualitas riset dan inovasi, lulusan yang unggul, kemandirian institusi, good university governance yang didukung teknologi informasi, penerapan iptek (minimal) untuk (masyarakat) Jawa Barat, dan rekognisi internasional.
Rektor menekankan bahwa seluruh elemen Unpad harus bekerja melaksanakan renstra. Renstra bukanlah sekadar dokumen. Renstra menjadi referensi kuat dalam melaksanakan pekerjaan.
Melalui rapat tersebut, Rektor mengajak peserta rapat untuk bersama memberikan masukan apakah luaran tersebut sudah berhasil direalisasikan atau belum.
“Keberhasilan Unpad tidak mungkin tanpa keberhasilan Bapak/Ibu dan pengakuan masyarakat. Untuk itu, mari bekrontribusi untuk mencapai target yang makin tidak mudah dalam lima tahun ke depan,” kata Rektor.
Ada delapan pertanyaan yang diajukan untuk dievaluasi oleh para kepala departemen dan ketua program studi. Pertanyaan tersebut didasarkan dari delapan capaian yang diturunkan dari visi Renstra Unpad 2020-2024. Jawaban berupa masukan ini akan bermanfaat untuk penyusunan rencana strategis Unpad pada 2024 – 2029.
Selain itu, setiap unit kerja juga didorong mendeteksi kekuatan guna menjalankan strategi diferensiasi misi renstra. Rektor menjelaskan, setiap unit kerja, baik departemen maupun program studi, memiliki diferensiasi kekuatannya.
“Ada unit kerja yang kekuatannya di riset, ada yang kekuatannya punya dampak pada masyarakat. Apakah kita bisa menyatakan bahwa Unpad ke depan akan rajut dengan kekuatan unit kerja? Ini akan jadikan masukan pada penyusunan renstra ke depan,” kata Rektor.
Rapat kerja tersebut digelar hingga Kamis (1/8/2024). Usai mendengar paparan Rektor, setiap peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman yang diperoleh departemen dan unit kerja. Sesi evaluasi tersebut digelar di Bale Sawala, Bale Rucita, dan Ruang Rapat Bersama 2 (Livin Room) Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.*




