Dharma Wanita Persatuan Unpad Selenggarakan “Knowledge Sharing” Kesehatan Mata

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Maya Sari Wahyu Kuntorini, dr., Sp.M(K)., M.Kes., saat menjadi pemateri pada Knowledge Sharing Kesehatan Mata yang diselenggarkan DWP Unpad di Ruang Serba Guna, Gedung 2 Lantai 4 Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa, 20 Agustus 2024. (Foto: Jalasena)*

[Kanal Media Unpad] Katarak pada mata saat ini masih menjadi salah satu penyebab kebutaan yang banyak terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui gejala dan cara menangani katarak untuk mencegah terjadinya kebutaan akibat katarak.

“Gejala katarak itu seperti ada bayangan putih di dalam bola mata. Katarak ini karena ada yang keruh (pada lensa mata), sinar yang masuk tidak sampai ke dalam saraf mata, sehingga mengganggu penglihatan dan kekeruhan ini biasanya sedikit-sedikit sampai lama-lama menjadi putih hingga pasien tidak bisa melihat,” kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Maya Sari Wahyu Kuntorini, dr., Sp.M(K)., M.Kes.

Hal tersebut disampaikan oleh Maya dalam kegiatan Knowledge Sharing yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unpad dengan tema acara “Kesehatan Mata” yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna, Gedung 2 Lantai 4 Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa, 20 Agustus 2024.

Maya menyampaikan bahwa bertambahnya usia menjadi salah satu penyebab terjadinya katarak pada mata. Namun, terdapat penyebab lainnya, seperti trauma pada mata, kelainan sejak lahir, infeksi pada mata, penyakit sistemik seperti diabetes, serta penggunaan obat-obatan seperti obat golongan steroid.

Tanda paling umum yang terjadi pada pasien katarak adalah pandangan yang semakin buram sehingga penglihatan menjadi tidak terfokus. Tidak hanya itu, penglihatan warna yang menjadi terganggu,serta kesulitan melihat sesuatu dari jarak jauh dan pandangan yang terasa terlalu silau jika terkena cahaya juga menjadi gejala yang dapat dirasakan pasien katarak.

“Saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan katarak pada mata. Kalau kondisi awal yang kataraknya masih tipis bisa menggunakan kacamata, tetapi menghilangkan katarak itu harus dengan operasi karena perlu mengganti lensa matanya, terutama kalau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar Maya.

Maya menjelaskan bahwa saat ini operasi mata katarak sudah dilakukan dengan teknologi yang semakin tinggi sehingga membuat luka yang dihasilkan lebih kecil dan penyembuhannya menjadi lebih cepat. Operasi dilakukan untuk mengganti lensa mata yang sudah terkena katarak dengan lensa tanam dan diharapkan penglihatan pasien dapat membaik bahkan kembali lagi seperti semula.

“Setelah melakukan operasi, pasien perlu menjaga kebersihan mata agar tidak kotor dan perlu menghindari mata terkena air selama masa penyembuhan. Biasanya penyembuhan itu dalam jangka waktu 1-2 bulan dan akan terasa kurang nyaman selama 1 minggu pertama,” jelas Maya.

Dalam kesempatan ini, Maya juga menjelaskan mengenai penanganan dan cara mencegah gangguan pada mata, yaitu mata kering. Maya mengatakan bahwa mata kering dapat memberikan rasa tidak nyaman seperti gatal dan perih pada mata bagi yang mengalaminya.

“Kalau mata kering ini didiamkan, bisa menyebabkan gangguan pada bola mata atau kerusakan dari permukaan bola mata. Karena bola mata itu tadi harus licin, harus ada basah,” kata Maya.

Lebih lanjut, Maya menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala-gejala mata kering yang dirasakan, seperti melakukan kompres mata menggunakan air hangat dan memijat kelopak mata secara perlahan agar kelenjar lemak di sekitarnya tidak tersumbat, serta membersihkan area sekitar mata dengan sampo bayi yang tidak mengandung zat yang dapat membuat mata terasa perih.

“Kemudian karena kita banyak menggunakan gadget bisa dilakukan rumus 20-20-20. Artinya setiap 20 menit mata kita lihat yang jauh, sekitar 6 meter atau 20 feet selama 20 detik. Jadi kita mengistirahatkan mata kita untuk mencegah mata tidak menjadi kering,” jelas Maya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP Unpad Dr. Reiva Arief S. Kartasasmita serta Wakil Ketua Bidang Sosbud Anita Yanyan, serta para Pengurus dan anggota DWP Unpad dan DWP Fakultas Kedokteran.

Dalam Sambutannya Ketua DWP Unpad Dr. Reiva Arief S. Kartasasmita menyampaikan harapannya melalui agar kegiatan Knowlegde Sharing ini dapat memberikan ilmu baru serta dapat membawa kesehatan bagi seluruh anggota DWP Unpad yang hadir.

“Ibu-ibu juga harus sehat, harus selalu bahagia, pada kesempatan kali ini kita akan mendengarkan mengenai kesehatan mata. Barangkali sudah banyak yang ada keluhan seperti rabun, mata sering berair, kemudian juga kita harus selalu ada waktunya untuk memperhatikan diri sendiri. Selain yang kesehatan tadi juga dalam rangka kebahagiaan,” ujar Reiva.*

Share this: