[Kanal Media Unpad] Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung merupakan desa dengan keunggulan budidaya penyebaran benih (pendederan) ikan mas se-Jawa Barat. Dalam upaya untuk meningkatkan budidaya perikanan ikan, Kelompok KKN – PPM Integratif Unpad melakukan pelatihan dan capacity building yang mengusung tema Budidaya Perikanan Berkelanjutan dalam Menunjang Ketahanan Pangan Lokal di Desa Bojongsoang.
Kegiatan pelatihan dan seminar tersebut dilaksanakan di Balai Desa Bojongsoang pada pertengahan Juli 2024 lalu. Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Bojongsoang, Acep Syahrul Mulyaman, ST, yang menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan seminar yang dilaksanakan Mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran (Unpad) merupakan bentuk implementasi kerja sama jangka panjang dalam pembangunan Desa Bojongsoang dengan Universitas Padjadjaran.
“Kegiatan KKN-PPM Universitas Padjadajaran yang dilaksanakan di Desa Bojongsoang membawa dampak positif untuk membantu keberlanjutan petani ikan mengatasi permasalahan dalam proses pengembangbiakan ikan menggunakan solusi yang inovatif,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan capacity building oleh Kelompok KKN Unpad dihadiri oleh lebih dari 30 peternak ikan serta warga Desa Bojongsoang. Dalam kegiatannya, Kelompok KKN Unpad menghadirkan empat narasumber praktisi Universitas Padjadjaran, yaitu Fittrie Mayllianawaty Pratiwiy, S.Pi,MIL, M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Iskandar, M.Si, Roffi Grandiosa, S.Pi., M.Sc., Ph.D, dan Dr, Asep Agus Handaka.
Sebelum menyelenggarakan pelatihan dan capacity building, Kelompok KKN Unpad telah melakukan survei terhadap kegiatan pembudidayaan ikan di Desa Bojongsoang. Dari hasil survei tersebut Kelompok KKN Unpad menemukan beberapa kendala yang dialami pembudidaya ikan di Desa Bojongsoang seperti kualitas air yang menurun akibat pembangunan lahan hunian di daerah Bojongsoang. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang kelompok KKN Unpad untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada melalui pematerian pada seminar dan capacity building yang dilaksanakan.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Iskandar dan Roffi Grandiosa, Ph.D., mengenai Teknologi Budidaya Perikanan dan Pembuatan Pakan Ikan (pelet) Sederhana. Pada materi yang disampaikan, Dr. Iskandar menyampaikan nutrisi yang harus dikandung dalam pakan ikan seperti protein, binder, karbohidrat, vitamin, mineral dan aditif melalui bahan yang mudah ditemukan dan sederhana. Selain itu, pemateri juga menyampaikan Langkah pembuatan pakan serta proses pemberian pakan secara tradisional atau otomatis.
Pemateri lainnya terkait Budidaya Ikan yang Berkelanjutan di Kabupaten Bandung juga disampaikan oleh Roffi Grandiosa, Ph.D. Dalam sesi pematerian tersebut, ia menyampaikan materi terkait budidaya ikan di wilayah peri urban, isu keberlanjutan budidaya, dan analisa usaha dari aspek kesehatan ikan. Ia juga menyampaikan bahwa para pembudidaya ikan di daerah bojongsoang tidak hanya meningkatkan ekonomi daerah tersebut tetapi juga berperan sebagai pahlawan yang meningkatkan angka konsumsi ikan se-Jawa Barat.
Selain kedua pematerian tersebut mengenai pembudidayaan ikan, tim KKN Unpad juga memberikan capacity building bagi para petani ikan. Materi terkait capacity building disampaikan oleh Dr. Asep Agus Handaka yang menjelaskan pentingnya kerjasama dalam sebuah team terutama dalam kegiatan budidaya ikan di Desa Bojongsoang. Dalam kesempatannya, ia juga mengungkapkan bahwa setiap petani ikan di Bojongsoang memiliki peran yang penting dalam melaksanakan tugasnya dalam pembudidayaan ikan. (rilis)*


