Universitas Brawijaya Kunjungi Unpad, Pelajari Pembangunan Zona Integritas

Tim Universitas Brawijaya berfoto bersama dengan tim Unpad saat melakukan kaji banding terkait pembangunan Zona Integritas (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan tim dari Universitas Brawijaya (UB) yang melakukan kaji banding terkait pembangunan Zona Integritas (ZI). Kunjungan tersebut diterima oleh Sekretaris Direktorat Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Unpad, Arif Firmansyah, S.Si., M.T. dan Kepala Satuan Reformasi Birokrasi Unpad, Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si. di di Ruang Rapat Bersama Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis (1/8/2024) dan Jumat (2/8/2024).

Zona Integritas (ZI) merupakan predikat yang diberikan kepada lembaga yang berkomitmen mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kepala Satuan Reformasi Birokrasi Universitas Brawijaya Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, S.H., M.Hum., mengatakan, UB berharap dapat belajar dari Unpad mengenai peningkatan kualitas layanan, khususnya bagian layanan terpadu yang ada di Unpad.

“Harapannya, kita bisa melihat secara nyata, sehingga di tahun akhir tahun ini bisa kita transformasikan keberadaan PLT dan ULT di kampus kami,” kata Ngesti.

Sementara Arif menjelaskan, saat ini Unit Layanan Terpadu (ULT) Unpad terus meningkatkan kualitasnya, salah satunya melalui program Juru Bahasa Isyarat (JBI). Selain itu, Unpad juga tengah berupaya untuk membentuk unit layanan terpadu di tingkat fakultas.

“Kita coba pantau terus dengan target ke depan yaitu layanan ULT di tingkat fakultas,” jelas Arif.

Koordinator Tata Kelola sekaligus tim ULT Unpad, Angga Indra Lesmana, S.S., menjelaskan bahwa ULT Unpad telah menerapkan layanan satu pintu, yaitu menyatukan berbagai jenis layanan dalam satu tempat. Selain itu, ULT Unpad juga telah menyediakan layanan self-service bagi mahasiswa, seperti PAuS ID dan Student Center.

“Tidak harus ke kami dulu, bisa melalui gadget-nya masing-masing,” jelas Angga.

Ahmad Buchari menjelaskan, pelayanan pada dasarnya harus mempermudah mahasiswa, bukan mempersulit. Selain itu, setiap staf juga harus membiasakan diri untuk melakukan tertib administrasi dengan tidak menentang aturan yang ada agar layanan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Yang terpenting sebenarnya, apa pun yang kita lakukan sebagai sebuah inovasi di kegiatan Zona Integritas ini adalah harus ada peraturannya yang nanti mengikat,” jelas Ahmad. (eh)*

Share this: