[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Studi Bioprospeksi Serat Alam dan Sumber Daya Hayati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sukses menyelenggarakan International Conference of Natural Fiber and Biocomposite (ICONFIB) 2024 yang diselenggarakan secara hybrid di Grand Tjokro Premiere Hotel Bandung, Rabu (11/9/2024).
Acara ini merupakan forum penting dalam pengembangan inovasi biomaterial, khususnya serat alam dan biokomposit, yang dihadiri oleh 100 peserta dari sembilan negara, antara lain adalah India, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Australia, Rusia, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Pusat Studi Bioprospeksi Serat Alam dan Sumber Daya Hayati FMIPA Unpad Asri Peni Wulandari, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pentingnya penyelenggaraan konferensi ini sebagai sumber ide inovatif yang mampu mendorong kemajuan berkelanjutan di bidang biomaterial.
“Kami berharap konferensi ini menjadi pijakan untuk melahirkan inovasi yang berdampak jangka panjang dan berkelanjutan, sekaligus membuka masa depan prospektif bagi pengembangan biomaterial,” kata Asri.
Lebih lanjut, Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Bambang Riznanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa serat alam dan biokomposit tergabung dalam industri andalan yang menjadi visi dan misi pembangunan industri nasional.
Pada kesempatan ini hadir Prof. Dr. Sanjay Mavinkere Rangappa dari King Monkut’s University of Technology North Bangkok, sebagai keynote speaker yang membahas mengenai peluang besar yang ditawarkan oleh serat alam dan biokomposit untuk masa depan. Dr. Manoj Kumar Singh juga menjelaskan teknologi terbaru dalam pengolahan serat alam, yaitu perkembangan biokomposit berbasis metode microwave-assisted compression molding.
Tidak hanya itu, Dr. Ahmad Ilyas Bin Rushdan dari Universiti Teknologi Malaysia yang membahas mengenai biokomposit nanoselulosa dan Antonio Di Martino, Ph.D., dari Tomsk Polytechnic University menjelaskan tentang biokomposit dan aplikasinya di berbagai industri. Sesi ini ditutup oleh Prof. Dr. Widya Fatriasari dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjelaskan karakteristik dan pemanfaatan serat alam ramah lingkungan.
Pada kegiatan ini juga digelar Focus Group Discussion yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan akademisi, pelaku industri, komunitas, pemerintah, hingga media untuk membahas strategi hilirisasi serat alam di Indonesia.
Asri menegaskan bahwa sebagai negara dengan megabiodiversitas Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan kekayaan alam, khususnya serat alami. Asri juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mendukung ekonomi sirkular dengan material yang kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.
“Permintaan akan material ramah lingkungan semakin meningkat di berbagai industri, termasuk tekstil, otomotif, konstruksi, dan teknologi hijau. Ini menjadikan pengembangan serat alam semakin relevan dan krusial. Kita membutuhkan material yang tidak hanya tangguh, tetapi juga eco-friendly untuk mendukung keberlanjutan industri,” ungkap Asri.
Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menjadi wadah produktif untuk menggabungkan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan teknologi dalam menciptakan peta jalan (roadmap) yang menjawab kebutuhan masa depan dan menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam pengambilan keputusan yang lebih strategis, baik dalam riset, pengembangan sistem bisnis, maupun peningkatan sumber daya manusia.
“Semoga Hackathon (FGD) ini menjadi ajang yang produktif, inspiratif, dan menyenangkan,” ujar Asri.
Dengan suksesnya penyelenggaraan ICONFIB 2024, diharapkan kerjasama lintas sektoral terus berlanjut, memacu inovasi yang mendukung perkembangan serat alam sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan industri global yang semakin kompleks dan berkelanjutan.* (Rilis FMIPA Unpad)


