Undang Narasumber Mancanegara, Unpad Eksplorasi Standar dan Praktik Global dalam Promosi Akademik

Tangkapan layar webinar “Global Best Practices in Academic Promotion: Pathways to Professorship” yang diselenggarakan Dewan Profesor Universitas Padjadjaran secara daring pada Kamis, 17 Oktober 2024. *

[Kanal Media Unpad] Sebagai salah satu upaya untuk mengeksplorasi praktik terbaik global dalam proses promosi akademik, Dewan Profesor Universitas Padjadjaran menggelar webinar bertajuk “Global Best Practices in Academic Promotion: Pathways to Professorship”. Webinar yang berfokus pada prosedur untuk maju ke jabatan professor ini diselenggarakan secara daring pada Kamis, 17 Oktober 2024.

“Ini adalah langkah penting untuk evolusi akademik kita bahwa Indonesia bersatu untuk mengeksplorasi standar dan praktik global dalam promosi akademik,” ujar Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita selaku Rektor Unpad dalam sambutannya.

Untuk mengelola proses promosi secara mandiri, universitas di Indonesia diharuskan memenuhi persyaratan tertentu, termasuk pengembangan prosedur operasi standar internal sesuai dengan peraturan baru. Maka dari itu, penting bagi universitas untuk belajar dari praktik terbaik negara-negara yang lebih maju.

“Melalui webinar ini, Unpad dapat memusatkan sistem dan memberdayakan universitas agar dapat mengambil peran aktif dalam membentuk masa depan komunitas akademik, memastikan bahwa proses tersebut selaras dengan aspirasi institusi kita,” jelas Prof. Arief Kartasasmita.

Selama beberapa dekade, promosi akademik di Indonesia, terutama promosi ke jabatan profesor—pangkat tertinggi dalam karir akademik—telah dipusatkan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Akan tetapi, terdapat perubahan pada Peraturan Menteri No.44/2024 yang mendesentralisasikan proses promosi akademik ke universitas, di mana tanggung jawab untuk proses promosi kini berada di tangan universitas individual. Maka dari itu, Unpad perlu segera mengembangkan prosedur internal yang sesuai untuk mengelola proses promosi secara mandiri, serta memastikan bahwa prosedur tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.

“Wawasan yang diperoleh dari seminar ini akan menjadi masukan berharga untuk pengembangan prosedur internal di Universitas Padjadjaran, seperti yang diwajibkan oleh Peraturan Menteri yang baru,” kata Prof. Arief Anshory Yusuf, S.E., M.Sc., Ph.D., Ketua Dewan Profesor Unpad.

Pada kesempatan ini, Unpad mengundang sejumlah narasumber dari beberapa negara. Pada sesi pertama, pemaparan promosi akademik untuk jabatan profesor dijelaskan oleh Prof. Budy Resosudarmo (The Australian National University, Australia), Prof. Philip Hill (University of Otago, New Zealand), serta Prof. Noor Ismawati Jaafar (University of Malaya, Malaysia) yang dimoderatori oleh Prof. Susi Dwi Harijanti (Fakultas Hukum Unpad). Sedangkan pada sesi kedua, materi diisi oleh Prof. Sambit Bhattacharyya (Sussex University, Inggris), Prof. Arnold Tukker (Leiden University, Belanda), dan Prof. Elke Pawelzik (University of Goettingen, Jerman) yang dimoderatori oleh Prof. Prof. Aquarini Priyatna (Fakultas Ilmu Budaya Unpad).

“Kualifikasi yang dibutuhkan oleh kandidat dalam promosi profesor adalah kualifikasi ilmiah, kompetensi didaktik, kemampuan dalam memberikan dorongan baru bagi universitas dalam penelitian dan pembelajaran, kontribusi ilmiah, komitmen khusus dalam pengajaran, kemampuan manajemen yang meliputi kemampuan sosial, pengalaman dalam memperoleh pendanaan pihak ketiga, pengalaman internasional, serta kemauan dan kemauan dan kemampuan dalam kolaborasi interdisipliner,” papar Prof. Pawelzik.

Melalui seminar ini, Universitas Padjadjaran diharapkan mendapat dukungan dan saran mengelola proses promosi akademik dengan lebih efektif dan transparan. Maka dari itu, Unpad mendorong semua pihak untuk dapat berkolaborasi dalam memastikan keberhasilan implementasi perubahan ini demi kemajuan dunia akademik di Indonesia.

Rekaman webinar ini dapat ditonton kembali di saluran YouTube. *

Share this: