[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperingati Hari Anak Universal yang jatuh pada 20 November, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Keperawatan PSDKU Pangandaran, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad), melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan di Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, pada Minggu, 24 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemantauan status gizi anak, khususnya melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT).
Kegiatan pendidikan kesehatan ini merupakan bagian dari Project-Based Learning (PBL) yang diadakan dalam mata kuliah Keperawatan Anak Sehat dan Sakit Akut. Selain memberikan pengetahuan mengenai kesehatan kepada masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam penerapan ilmu keperawatan anak. Mahasiswa PSDKU Pangandaran secara proaktif mendekati keluarga yang memiliki anak di sekitar pantai dan memberikan edukasi mengenai pentingnya memeriksa status gizi anak dengan cara mengukur IMT.
Ketua Program Studi Keperawatan PSDKU Pangandaran, Dr. Siti Yuyun Rahayu Fitri, S.Kp., M.Si., yang juga sebagai koordinator mata kuliah Keperawatan Anak Sehat dan Sakit Akut, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk aplikasi ilmu yang telah dipelajari oleh mahasiswa.
“Kegiatan ini adalah wujud implementasi mata kuliah Keperawatan Anak oleh mahasiswa dan juga sebagai bentuk penerapan unggulan Program Studi Keperawatan Pariwisata dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Sebanyak 59 orang, yang terdiri dari wisatawan dan penduduk lokal yang bekerja di sekitar Pantai Pangandaran, berhasil menjalani pemeriksaan kesehatan dalam rangkaian kegiatan sosial yang diadakan baru-baru ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya bagi anak-anak, serta pengelolaan gizi yang optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan maksimal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan keluarga di tengah lingkungan wisata.* (Rilis)
