[Kanal Media Unpad] Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Universitas Padjadjaran berpartisipasi dalam Global Issues Convention 2024 yang diselenggarakan oleh Volkswagen Foundation di Hannover, Jerman, pada 19-21 November 2024. Program pendanaan ini merupakan kolaborasi antara yayasan-yayasan Eropa, termasuk Compagnia di San Paolo, Fundación La Caixa, Novo Nordisk Fonden, Rijksbankens Jubileumsfond, Wellcome Trust, dan Volkswagen Foundation.
Kegiatan ini mempertemukan 184 peneliti dari seluruh dunia yang mewakili dua puluh program pendanaan internasional dalam inisiatif “Global Issues – Integrating Different Perspectives” yang terdiri dari tiga aliran pendanaan, yaitu ‘Integrating Different Perspectives on Heritage and Change’, ‘Mobility – Global Medicine and Health Research’, dan ‘Preventing Pandemics: the Role of Human-Environmental Interactions’.
Global Issues Convention 2024 mendorong pertukaran akademik, memperkuat jejaring antar berbagai proyek riset, memfasilitasi interaksi dengan enam yayasan Eropa yang terlibat, serta membahas topik-topik penting seperti interdisiplinaritas, transdisiplinaritas, dan kerja sama antara wilayah Utara dan Selatan. Kegiatan ini juga membahas isu global dan penanganannya yang selaras dengan pencapaian SDGs, seperti perbaikan lingkungan melalui kerja sama lintas negara.
Sebagai bagian dari riset INSUAH (Integrated Study on Urban Agriculture Heritage) yang merupakan kolaborasi antara lima negara (Jerman, Jepang, Indonesia, Brazil, dan Kuba), tim CESS Unpad yang dipimpin oleh Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D., membagikan pengalaman mereka dalam mengembangkan Physical Living Lab yang bernama Bandung Urban Agriculture Heritage (BUAH) the Living Lab. Kepala CESS Unpad, Dr. Gemilang Lara Utama, menyampaikan bahwa laboratorium hidup dibangun selama lebih dari dua tahun melalui pendekatan interdisiplin bersama pelaku pertanian perkotaan di Kota Bandung, dengan memanfaatkan warisan budaya. Pendekatan warisan budaya terbukti efektif dalam mengatasi isu global seperti perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, serta menciptakan keberlanjutan di tengah tekanan di wilayah perkotaan.
Usai mengikuti Global Issues Convention 2024, tim CESS Unpad melanjutkan perjalanan ke Den Haag. Di sana, mereka memberikan kuliah umum di International Institute of Social Studies, Erasmus University Rotterdam, sekaligus berdiskusi tentang peluang kerja sama program Double Degree untuk Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan.
Kehadiran CESS Unpad dalam Global Issues Convention 2024 tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi pembelajaran, tetapi juga memperkuat jaringan dengan akademisi di tingkat internasional. Ajang ini membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dan wilayah, mendukung pengembangan riset berkelanjutan, serta memperluas koneksi dengan berbagai institusi global.* (Rilis CESS Unpad)
Foto-foto oleh: Christian Burkert for Volkswagen Stiftung



