[Kanal Media Unpad] Departemen Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Webinar Kancra “Perikanan Punya Acara, Perikanan Bicara” seri ke 4 dengan topik “Pemanfaatan Berbagai Tumbuhan untuk Kegiatan Perikanan” yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 11 Desember 2024.
Kegiatan webinar dibuka secara langsung oleh Kepala Departemen Perikanan FPIK Unpad Prof. Dr. Ir. Zahidah. Pada kesempatan ini, Prof, Zahidah menyampaikan bahwa sangat penting memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan sebagai bahan lokal yang ada di sekitar lingkungan untuk berbagai usaha termasuk perikanan.
Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Yaya Rukayadi dari Department of Food Science, Faculty of Food Science And Technology, University Putra Malaysia menjelaskan mengenai pemanfaatan tumbuhan untuk perikanan (Herb for Fish), dan Dr. Yuli Andriani, S.Pi., M.P. dari Departemen Perikanan Unpad menjelaskan mengenai pemanfaatan bahan aktif tumbuhan sebagai sumber pigmen pada pakan ikan hias.
Prof. Yaya menyampaikan bahwa banyak sekali tumbuhan di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, salah satunya adalah usaha pada bidang perikanan. Tumbuhan tersebut memiliki bahan aktif yang mengandung antioksidan, antibakteri, anti-inflamatory, anti diabetes, juga anti kanker.
Pemanfaatan anti oksidan dan anti bakteri inilah yang saat ini banyak digunakan untuk usaha perikanan, peternakan, dan industri pangan. Masih sangat banyak tumbuhan yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti daun ketapang (terminalia cattapa) yang dapat digunakan dalam penyembuhan ikan, daun salam (Syzygium polyanthum), putat (Barringtonia spp. Blume), harendong (Melastoma affine D. Don), serta tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.).
Sementara itu, Dr. Yuli Andriani secara khusus memberikan pemaparan mengenai berbagai tumbuhan untuk pigmen pada ikan hias. Yuli menyampaikan bahwa penampilan ikan melalui berbagai warna dan kecerahan warnanya merupakan hal yang sangat penting bagi usaha ikan hias.
Pigmen pada ikan warna kuning dapat dioptimalkan dengan tumbuhan yang mengandung xantofil seperti kunyit, warna merah dan oranye dapat dioptimalkan dengan bahan karotenoid seperti wortel, serta hijau didapatkan dari tumbuhan yang memiliki klorofil tinggi seperti spirulina. Namun, penggunaannya harus menyesuaikan dengan kebiasaan makan ikan, sehingga penting untuk membuat formulasi pakan yang tepat agar komposisi bahan aktif ini dapat bekerja dengan baik terhadap warna tanpa menghambat pertumbuhan ikan.
Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 140 peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia, akademisi, serta para peneliti dari dinas yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Barat, Balai Perikanan Jambi, hingga Kabupaten Lingga di Kepulauan Riau. Melihat antusiasme pada sesi diskusi peserta berharap kegiatan webinar ini dapat dilaksanakan secara rutin dengan berbagai topik perikanan.* (Rilis FPIK Unpad)

