Unpad dan BP2D Jabar Dorong Hilirasi Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Provinsi Jabar

Direktur Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian Masyarakat (DRHPM) Unpad, Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., dan Kepala BP2D Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, S.T., M.T. saat kegiatan Unpad Innovation Seminar di Gedung KST Unpad Jatinangor, Selasa 4 Februari 2025 (Foto Dokumentasi KST Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran, melalui Kantor Hilirisasi dan Kemitraan Industri (KHKI) dan Kantor Kawasan Sains dan Teknologi (KST) serta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat bekerja sama menggelar Unpad Innovation Seminar bertema “Peran Serta Inovator Perguruan Tinggi dalam Menjawab Isu Strategis Pengembangan Provinsi Jawa Barat” di Gedung KST Unpad, Jatinangor pada Selasa 4 Februari 2025.

Seminar ini menyoroti tantangan utama yang dihadapi Jawa Barat, seperti pengangguran, kesenjangan sosial, dan kebutuhan infrastruktur, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah melalui riset dan inovasi.

Direktur Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian Masyarakat (DRHPM) Unpad, Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., menyoroti salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh para peneliti, yaitu implementasi produk inovasi di masyarakat. Menurut Prof. Nur Atik, diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan temuan-temuan inovasi yang ada agar riset yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BP2D Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, S.T., M.T., mengatakan bahwa BP2D berperan dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi. BP2D berkomitmen untuk menyediakan riset yang sesuai dengan kebutuhan daerah serta mengemas hasil penelitian agar dapat diterapkan secara efektif oleh pemerintah dan masyarakat. BP2D juga akan memfasilitasi akses data dari internal pemerintah provinsi maupun dinas terkait guna mendukung efektivitas penelitian dan implementasi inovasi.

Salah satu kendala utama dalam penanggulangan masalah di Jawa Barat adalah kurangnya keberlanjutan dan koordinasi yang efektif antara sektor-sektor terkait, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan inovasi yang berhasil diuji dan diterapkan di satu daerah dapat diperluas dan diterapkan secara lebih efektif di daerah lain. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan solusi berbasis riset dan inovasi yang tidak hanya mengundang penghargaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat.

Sebagai universitas yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, Unpad terus mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri untuk menciptakan solusi inovatif dalam mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Barat. Melalui seminar ini, Unpad memperlihatkan perannya dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi yang berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.*

Share this: