Enam Bidang Ilmu Unpad Masuk Pemeringkatan QS WUR By Subject 2025

Pemandangan papan nama dan gedung rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Enam bidang ilmu di Universitas Padjadjaran berhasil masuk dalam pemeringkatan internasional QS World University Rankings by Subject 2025 yang dirilis pada Kamis 6 Maret 2025. English Language & Literature menjadi bidang ilmu terbaru yang berhasil menembus pemeringkatan tersebut dan menduduki peringkat 301-350 dunia.

Selain English Language & Literature, bidang ilmu yang masuk dalam peringkat tersebut adalah Law (peringkat 301-500), Agriculture & Forestry (301-350), Medicine (401-500), Economics & Econometrics (401-450) dan Business & Management Studies (551-600). Jika dibandingkan peringkat tahun sebelumnya, bidang ilmu Medicine dan Agriculture & Forestry mengalami peningkatan peringkat.

“Semoga capaian prestasi ini semakin memotivasi kita untuk terus membangun Unpad yang unggul dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Rekognisi internasional ini bukanlah tujuan utama, namun dapat menjadi indikator peningkatan kualitas Unpad,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita.

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada para Rektor dan pimpinan Unpad sebelumnya yang telah membangun Unpad sehingga banyak memperoleh kepercayaan masyarakat dan meraih rekognisi internasional. Rektor pun mengapresiasi kinerja seluruh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan alumni yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kebermanfaatan Unpad.

Sementara Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, SE., MT., Ph.D., hasil QS WUR by Subject 2025 menunjukkan perkembangan positif bagi Unpad, khususnya dengan masuknya English Language & Literature dalam pemeringkatan global ini untuk pertama kalinya.

“Ke depan, langkah percepatan akan difokuskan pada peningkatan kualitas riset, penguatan jejaring internasional, serta relevansi lulusan, sebagai Upaya berkelanjutan untuk mendorong posisi Unpad menuju peringkat global yang lebih tinggi,” ujar Prof. Fahmi.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof. Aquarini Priyatna, berharap rekognisi ini akan memotivasi untuk bergerak lebih dinamis dan progresif untuk terus memperbaiki diri dan menginspirasi prodi-prodi lain di FIB bergerak menuju panggung dunia. Prof. Aquarini menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Rektor Unpad dan seluruh jajarannya, seluruh pengurus FIB, terutama prodi Sastra Inggris.

“Pencapaian ini memanifestasi salah satu tonggak penting bagi Program Studi Sastra Inggris secara khusus, dan bagi Fakultas Ilmu Budaya dan Universitas Padjadjaran pada umumnya. Pengakuan internasional ini kami syukuri dengan kerendahan hati dan juga dengan rasa bangga terhadap pencapaian atas kerja keras, dedikasi, dan kegigihan untuk mengejar keunggulan yang berkelanjutan dengan harapan ini akan berkontribusi dalam usaha Unpad mencapai ranking QS 300 dunia,” ujar Prof. Aquarini.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Yudi Mulyana Hidayat, bersyukur bidang ilmu medicine Unpad naik peringkat ke 401-450 dari sebelumnya 451-500. Hal ini merupakan prestasi luar biasa karena telah melebihi target renstra FK Unpad untuk mencapai peringkat 500 besar dunia pada tahun 2025.

“Saya sebagai pimpinan fakultas sangat mengapresiasi kerja keras seluruh sivitas akademika, khususnya di FK Unpad. Semoga tahun depan, bidang medicine Unpad bisa berkontribusi agar Unpad bisa mencapai peringkat QS WUR 300,” ujar Prof. Yudi.

Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ir. Meddy Rachmadi, M.P., juga bersyukur peringkat bidang ilmu Agriculture & Forestry naik ke peringkat 301-350 dari sebelumnya 401-450. Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil kerja, peran dan dukungan banyak pihak, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tim pengelola hingga pimpinan universitas, serta sekaligus karena kepercayaan para mitra akademik dan pengguna lulusan Fakultas Pertanian Unpad di berbagai belahan dunia.

“Kami menyadari bahwa esensi dari peraihan tersebut pada dasarnya bukan terletak pada capaian ranking semata. Sesungguhnya angka tersebut mengandung makna yang lebih mendalam berupa tantangan bagi kami untuk menunjukkan bahwa pasca-rekognisi tersebut Fakultas Pertanian Unpad memang lebih baik dari sebelumnya. Semoga ke depan penghargaan tersebut dapat kami pertahankan, dan bahkan kami tingkatkan untuk menjadi lebih baik lagi,” ujar Dr. Meddy.*

Share this: