Unpad Innovation and Business Summit 2025 Buka Peluang Kolaborasi dengan Industri dan Mitra Strategis

Dari kiri ke kanan: Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) RI, Riyatno, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Dony Oskaria, S.IP., MBA., saat membuka kegiatan Unpad Innovation and Business Summit 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan Unpad Innovation and Business Summit 2025 dengan tema “Embracing the Future: The Nexus of Sustainability, Innovation, and Business Excellence” di Hotel Shangri-La Jakarta pada Rabu, 30 April 2025. Dihadiri oleh 90 mitra industri, acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan para pemimpin industri, mitra strategis Unpad, investor, dan calon mitra potensial dalam mendorong kolaborasi hilirisasi serta komersialisasi produk-produk inovatif dan unit bisnis yang dikembangkan Unpad.

“Selama ini, kampus sering terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, padahal kita memiliki begitu banyak potensi dan hal-hal yang bisa dikomunikasikan serta dikolaborasikan secara lebih luas. Oleh karena itu, penting untuk membangun kerja sama dengan industri,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.

Berdasarkan arahan Presiden, kampus diminta mulai membuka diri dan meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini membatasi interaksi dengan pihak luar. Langkah ini membuka peluang bagi industri, komunitas, dan pemerintah untuk turut serta berkontribusi dalam pembangunan nasional. Selain itu, kegiatan riset di perguruan tinggi kini juga diarahkan untuk berkolaborasi dengan dunia industri.

“Ketika industri memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu, riset dapat dikerjakan oleh perguruan tinggi melalui kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” jelas Rektor.

Dalam kegiatan ini, turut hadir jajaran pimpinan Unpad, direktur, kepala satuan, kepala kantor, dan mitra industri Unpad.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Dony Oskaria, S.IP., MBA., selaku salah satu pembicara kunci, memberikan materi berjudul “The Role of Stakeholders for Universities as Engines of Innovation”. Dalam pemaparannya, Dony menjelaskan bahwa universitas memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi, khususnya melalui kehadiran Danantara sebagai platform yang memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami (BUMN dan Danantara) sangat mendukung adanya kolaborasi antara dunia usaha, universitas, dan masyarakat global, karena bermanfaat besar, terutama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Dony, yang merupakan COO Danantara dan juga alumni Unpad.

Dony menyatakan bahwa Danantara yang merupakan subholding dari 844 perusahaan BUMN, berkomitmen untuk membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan universitas, khususnya Unpad, dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan riset. Kolaborasi ini dinilai penting guna mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Oleh karena itu, Danantara mendorong agar kerja sama ini terus ditingkatkan, baik dalam hal pengembangan produk, pengembangan sumber daya manusia, maupun aspek manajemen dan infrastruktur,” kata Dony.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) RI, Riyatno, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi seperti yang tercermin dalam konsep triple helix. Menurut Riyatno, industri sangat membutuhkan inovasi, teknologi, serta sumber daya manusia yang terampil, di mana aspek-aspek tersebut merupakan kekuatan utama dari dunia akademik. Di sisi lain, perguruan tinggi juga memerlukan mitra nyata untuk mengaplikasikan hasil riset yang dapat berdampak langsung, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi pembangunan nasional secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, sinergi antara industri dan universitas menjadi kunci. Kita perlu membangun jembatan antara teori dengan praktik, riset dengan pasar, serta ide dengan investasi. Sehingga, inilah ruang di mana kolaborasi menemukan maknanya,” jelas Riyatno.

Riyatno menyampaikan bahwa kegiatan Unpad Innovation and Business Summit 2025 merupakan momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Terlebih saat ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus mendorong percepatan hilirisasi nasional melalui kerja sama strategis yang melibatkan kampus sebagai pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami mendorong semua pihak, baik BUMN maupun swasta, untuk berkolaborasi secara erat dengan perguruan tinggi, agar potensi sumber daya alam yang yang dimiliki Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal melalui sinergi yang berkelanjutan.” ujar Riyatno.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Dalam pesannya, Prof. Brian menegaskan pentingnya momen ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Dalam kegiatan ini, tentu kita hadir tidak sekadar untuk bertukar ide. Momentum ini harus kita jadikan sebagai katalisator untuk melahirkan inovasi-inovasi unggul yang membumi, berdampak nyata, dan dapat mengangkat Indonesia ke pentas dunia,” jelas Prof. Brian

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. turut hadir dalam kegiatan ini. Fauzan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan prioritas nasional dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan industrialisasi.

“Perguruan tinggi biasanya fokus pada publikasi, sering kali berhenti pada prototipe. Tantangannya adalah bagaimana prototipe dapat berkontribusi nyata. Sehingga, penting untuk membangun ekosistem inovasi, yang dapat menjadi tujuan dari kegiatan ini. Diharapkan inisiatif ini dapat dicontoh oleh kampus-kampus lain,” harap Fauzan.

Pada kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unpad dengan PT Hasna Medika Bakti Cirebon oleh dr. Gugun Iskandar selaku Direktur Utama, PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) oleh Dian Iskandar Wibowo selaku Direktur, PT Krakatau Sarana Infrastruktur oleh Iip Arief Budiman selaku Direktur Utama, PT Pertamina Patra Niaga oleh Harsono Budi Santoso selaku Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kementerian Transmigrasi RI oleh Danton Ginting Munthe selaku Sekretaris Jenderal Transmigrasi Republik Indonesia, PT Kaltim Prima Coal oleh Ashok Mitra selaku CEO, dan PT Telemedika Teknologi Indonesia (Getwell Indonesia) oleh Andrey Rachmat Hidayat selaku Direktur Utama.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unpad dengan PT Pos Indonesia oleh Prasabri Pesti selaku Direktur Business Development dan Portfolio Management, PT Hasna Medika Bakti Cirebon oleh dr. Gugun Iskandar selaku Direktur Utama, PT Royal Medicalink oleh Dyah Njotowidjojo, MBA selaku Vice Presidet of Growth and Marketing, PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah),  oleh Dian Iskandar Wibowo selaku Direktur, PT Royal Medicalink Pharmalab oleh Dyah Njotowidjojo, MBA selaku Vice Presidet of Growth and Marketing, dan PT Krakatau Bandar Samudera oleh Radi Soemarjono selaku Presiden Direktur.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Universitas Padjadjaran juga memberikan penghargaan “Unpad Most Valuable Industry Partner Award” kepada sejumlah mitra bisnis yang telah berkontribusi signifikan dalam berbagai bidang kerja sama. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor Unpad sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang strategis dan berkelanjutan. Adapun mitra penerima penghargaan adalah sebagai berikut:

  1. Strategic Innovation Partnership Award: PT Prodia Diagnostic Line
  2. Talent Development and Internship Excellence Award: Wadhwani Foundation
  3. Sustainable Impact Collaboration Award: PT Great Giant Foods
  4. Business Transformation Partnership Award: PT Cobra Dental Indonesia
  5. Co-creation Research Award: PT Bio Farma (Persero)
  6. Inclusive Innovation for Community Empowerment Award: PT Indomarco Prismatama

Terselenggaranya Unpad Innovation and Business Summit 2025 tidak lepas dari dukungan para sponsor yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif antara perguruan tinggi dan dunia industri. Universitas Padjadjaran menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para sponsor, yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), MIND ID, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), PT Krakatau Bandar Samudera, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, PT Astra Infra, PT Jamkrida Jabar, dan Metro TV. Kehadiran sponsor tidak hanya memungkinkan penyelenggaraan kegiatan ini berjalan dengan optimal, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong hilirisasi inovasi, peningkatan daya saing, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.*

Share this: