Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Didorong Ciptakan Kewirausahaan Sosial

Kegiatan National Gathering of Socialworkpreneur: Starting-up your Social Entrepreneurial Activity yang diselenggarakan secara daring oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial Unpad pada Kamis, 25 Juni 2025. (Foto: Tangkap Layar Zoom)*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran menggelar acara National Gathering of Socialworkpreneur: Starting-up your Social Entrepreneurial Activity yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 25 Juni 2025.

Pada kesempatan ini, para mahasiswa berkesempatan untuk menampilkan video singkat tentang gagasan praktik usaha sosial mereka (Social Project Idea) kepada seluruh tamu undangan webinar yang merupakan sivitas akademika Kesejahteraan Sosial Nasional, serta para praktiksi di bidang pekerjaan sosial.

Kegiatan webinar ini diselenggarakan dengan tujuan mendorong mahasiswa agar berani dan percaya diri dalam memaparkan rencana proyek sosial yang telah dibuat. Tidak hanya mempresentasikan, mahasiswa juga didorong untuk membuka peluang kolaborasi dengan sesama mahasiswa program studi kesejahteraan sosial dari perguruan tinggi lain.

Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Sosial FISIP Unpad, Dr. Hery Wibowo, Dr. Maulana Irfan dan Dr. Meilanny B.S., menyakini bahwa membangun praktik kewirausahaan sosial tidak mungkin dapat dilakukan dalam waktu singkat, sehingga dibutuhkan waktu untuk memastikan layanan sosial yang diberikan dapat memberikan manfaat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mempertahankan daya tahan serta kekompakan tim untuk terus melaksanakan layanan sosial kepada klien yang dituju.

Contoh proyek kewirausahaan sosial yang ditampilkan antara lain Ruang Usaha Setara, sebuah project yang bertujuan mendukung pelaku UMKM penyandang difabel agar bisa berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Tujuannya berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui usaha sosial, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi UMKM difabel, serta memperkuat kemampuan kewirausahaan para penyandang disabilitas.

Ada juga Suar Jelita, yang hadir sebagai simbol ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara bebas dan bermakna. Kerentanan anak menjadi pelaku atau korban kekerasan seksual kerap disebabkan oleh minimnya aktivitas sehat (baik fisik maupun non-fisik) serta kurangnya pendampingan dan pemahaman tentang tubuh dan batasan pribadi. Melalui program ini, mahasiswa berupaya menciptakan ruang edukatif dan kreatif yang berkelanjutan.* (Rilis FISIP Unpad)

Share this: