





[Kanal Media Unpad] Unit Layanan Inkubasi Universitas Padjadjaran atau Business Incubation Generator (BIG) Unpad dianugerahi penghargaan sebagai Inkubator Bisnis Berkembang Tahun 2025 oleh Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) dalam acara seminar internasional Asian Association of Business Incubation Summit 2025 (AABI) di Solo pada 15 – 16 Oktober 2025.
Kepala BIG Unpad, Dr. Nurillah Jamil Achmawati Novel, S.AB., MBA., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran Unpad dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya itu, penghargaan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi BIG Unpad dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai inkubator melalui pembinaan kepada para inventor Unpad.
“Selama sepuluh tahun terakhir, Unpad telah membina banyak inventor dan pelaku usaha, baik di internal kampus maupun pihak eksternal para UMKM di berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ujar Nurillah.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian program inkubasi yang telah berjalan di lingkungan Unpad, tetapi sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperluas dampak positif dari program-program inkubasi yang diinisasi oleh BIG Unpad. Melalui kolaborasi lintas fakultas dan dukungan berbagai unit di lingkungan Unpad, BIG Unpad berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya inovasi dan kewirausahaan.
Lebih lanjut, Nurillah menjelaskan bahwa BIG Unpad fokus pada pengembangan bisnis berbasis inovasi melalui pendampingan intensif dan kolaborasi lintas program. Salah satunya dengan mengintegrasikan Hibah Hilirisasi Inovasi Unpad (HHIU) ke dalam rangkaian kegiatan inkubasi. Kemudian sebagai fase akhir dari inkubasi bisnis bagi inventor Unpad, BIG Unpad akan menyelenggarakan sesu business pitching yang mempertemukan inventor dengan investor dan pelaku industri untuk membuka peluang kerja sama dan komersialisasi produk.
“Kami berupaya agar setiap inovasi di Unpad tidak berhenti di riset saja, tetapi juga dapat terus dikembangkan hingga menjadi produk bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Nurillah.
Pada kesempatan ini, Nurillah menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam proses inkubasi adalah membangun business mindset di kalangan akademisi. Namun, dukungan ekosistem Unpad menjadi modal penting dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di lingkungan kampus. Dalam hal ini, program pembinaan yang dijalankan diharapkan tidak hanya menghasilkan startup baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya hilirisasi inovasi dengan memperkuat jejaring kolaborasi bersama kementerian dan mitra industri.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program dan melahirkan lebih banyak startup serta inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.*

