[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran berkomitmen menerapkan zona integritas tidak hanya di setiap lingkungan fakultas, tetapi juga di lingkungan direktorat. Dengan demikian, sembilan direktorat di Unpad akan dicanangkan untuk menerapkan zona integritas bersama fakultas.
Direktur Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Unpad Prof. Dr. Isis Ikhwansyah, M.H., CN, mengatakan, dasar dari pencanangan zona integritas di direktorat Unpad adalah untuk mendukung keberadaan zona integritas di fakultas.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen Unpad melaksanakan reformasi birokrasi yang baik, efektif, dan efisien,” kata Prof. Isis dalam Sosialisasi Program Zona Integritas di Kantor Pusat Unpad di Ruang Rapat Bersama Livin Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (4/7/2023).
Prof. Isis mengatakan, saat ini tuntutan masyarakat untuk mewujudkan birokrasi yang transparan, akuntabilitas, hingga bebas dari korupsi dan nepotisme sangat tinggi. Karena itu, reformasi birokrasi menjadi hal yang penting dilakukan oleh instansi, termasuk Unpad sebagai institusi perguruan tinggi negeri.
Senada dengan Prof. Isis, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti menjelaskan, salah satu luaran dari penerapan zona integritas adalah budaya kerja dan budaya melayani yang makin baik. Karena itu, pencanangan zona integritas di direktorat diharapkan akan menghasilkan budaya kerja dan budaya melayani yang optimal.

Sembilan direktorat tersebut akan dicanangkan untuk mengikuti zona integritas. Nantinya, dipilih tiga direktorat yang akan diprospek untuk maju untuk dinilai sebagai kawasan Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi, hingga Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, transformasi yang dilakukan Unpad sebagai PTN Badan Hukum tidak hanya sekadar mengimplementasikan reformasi birokrasi. Unpad juga berkomitmen melakukan transformasi pelayanan berbasis digital.
“Harapannya transformasi budaya kerja ini akan mendukung terwujudnya reformasi birokrasi di Unpad,” kata Rektor.

Sekretaris Tim Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas Kemendikbudristek RI Mohammad Ali Akbar mengapresiasi komitmen Unpad untuk menerapkan zona integritas di lingkungan kampus. Menurutnya, Unpad menjadi perguruan tinggi pertama yang menerapkan zona integritas tidak hanya di tingkat fakultas, tetapi juga di tingkat unit kerja universitas.
Selama ini, kata Ali, perguruan tinggi lain lebih banyak menerapkan zona integritas di fakultas. Ini disebabkan, unit kerja di perguruan tinggi yang melaksanakan langsung kegiatan tridarma perguruan tinggi adalah di fakultas.
“Setelah kami berdiskusi, akhirnya prioritas utama (penerapan zona integritas) itu di fakultas dulu. Ternyata, Unpad lebih maju lagi, karena kalau fakultas ingin maju harus dibantu juga dengan di pusat,” kata Ali.
Lebih lanjut Ali menjelaskan, ada empat urgensi dari pelaksanaan zona integritas di lingkungan perguruan tinggi. Pertama adalah pelayanan pendidikan. Pembangunan zona integritas mendorong terciptanya pelayanan pendidikan yang baik.
Urgensi kedua adalah penguatan tata kelola integrasi. Zona integritas akan membantu unit kerja untuk mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola internalnya. Urgensi ketiga adalah menyoal pengelolaan keuangan. Unit kerja dalam zona integritas dituntut melakukan pengelolaan keuangan yang akuntabel.
Sementara urgensi terakhir adalah kode etik dan integritas, bagaimana zona integritas mendorong unit kerja mampu mencegah adanya diskriminasi hingga persoalan lainnya.
Ada tiga fokus sasaran dari pembangunan zona integritas. Fokus pertama adalah pembangunan integritas. Fokus ini menargetkan unit kerja mampu mencegah praktik KKN di perguruan tinggi. Fokus kedua adalah pelayanan publik prima, bagaimana perguruan tinggi berjuang untuk meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan. Sementara fokus terakhir adalah peningkatan kapabilitas.*
