[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran dan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi-Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) menggelar Seminar Nasional bertema “Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan Industri untuk Meningkatkan Kompetensi dan Daya Saing Lulusan” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis(16/11/2023).
Hadir dalam kegiatan itu antara lain Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristekdikti RI, Prof. Dr. Ir. Faiz Syuaib, MAgr., IPU., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc, Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Sarifah Nurjanah., M.App.Sc., Kepala Pusat Riset Teknologi Tepat Guna BRIN, Achmat Sarifudin, S.TP., M.Sc., Ph.D, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Sarifah mengatakan bahwa kolaborasi yang dilakukan ini selain untuk meningkatkan kompetensi lulusan juga sebagai kesiapan dalam menghadapi kompleksitas permasalahan di dunia industri serta kebutuhan masyarakat yang juga makin kompleks.
“Kita meyakini saat ini kolaborasi adalah suatu keharusan dan keniscayaan, untuk menjawab tantangan global yang sekarang kita hadapai terutama menghadapi era industri 4.0” ujarnya.
Lebih lanjut Sarifah mengatakan diperlukan langkah konkret dalam kolaborasi ini, sehingga semua pihak dapat berperan aktif menjawab tantangan dan permasalahan masyarakat Perjanjian Kerja Sama antara perguruan tinggi dengan industri merupakan langkah awal menuju kearah itu.
“Selain seminar dalam kegiatan ini juga akan diadakan penandatanganan MoU/PKS antar perguruan tinggi maupun dengan instansi pemerintah lainnya dan pihak industri, ini langkah awal kita menjawab semua itu” tegasnya.
Sementara itu dalam sambutannya Prof. Hendarmawan mengatakan dirinya mendukung kegiatan seperti ini dan harapannya riset yang dilakukan hendaknya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan memiliki standar internasional.
“Sekiranya riset yang kita lakukan itu harus terupdate juga baik dalam sisi tepat guna, teknologi dan dalam hal ini standar, betul-betul standar internasional,” ungkapnya
Lebih lanjut Prof. Hendarmawan menambahkan riset yang dilakukan pun harus mampu memajukan kehidupan masyarakat melulai kearifan lokal.
“Kita juga punya keunggulan yaitu kearifan lokal, satu sisi teknologi yang begitu pesat di negara-negara maju rasanya kita terus fokus untuk menstandarkan teknologi dari negara-negara maju tepat gilirannya adalah bagaimana perpaduan kearifan lokal yang ada di negara kita maupun dari sisi sosial maupun engineering-nya,” tambahnya.
Terkait dengan ketahanan pangan di Indonesia, Hendarmawan pun mengingatkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan itu harus dipikirkan juga perubahan iklim (climate change) dan energi.
“Sebagian lagi berpikir ataupun memberi ruang ke sektor tidak hanya pangan yang memang terkait dari ketahanan pangan tapi juga memikirkan adanya climate change dan juga energy. Saya yakin itu bisa Bapak Ibu kembangkan sehingga tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh kita dapat kita solusikan. seiring dengan kehadiran dari pelaku usaha saya kira mau tidak mau ini link and match Research dan satu lagi adalah dengan updatenya industri dan kita di pergunaan tinggi inilah yang saat-saat kita tunggu,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Panitia dan juga Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian Dr. Efri Mardawati dalam sambutannya mengatakan selain Seminar Nasional dan Penandatangan MoU antara Perguruan Tinggi dengan Industri, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan lainnya antara lain Fieldtrip Lembang, Gala Dinner; lomba inovasi nasional diikuti oleh dosen, mahasiswa dan alumni; Pertunjukan budaya Jawa Barat: Angklung Udjo dan kecapi FTIP; serta pameran produk inovasi.
“Kegiatan ini diikuti oleh 25 dekan dan wakil dekan, 105 kaprodi, sekprodi, kadep, sekdep, dan sisanya ada 27 sebagai dosen dan pengelola jurnal. Yang penjadi presenter 176 orang yang berasal dari Perguruan tinggi seluruh Indonesia dan 73 orang mengikuti lomba inovasi” ujar Efri. (rilis/dani)*
