BKGN ke-13 di Unpad Rangkul Peserta Disabilitas

Peserta mengikuti tata cara menyikat gigi yang benar dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional yang digelar di komplek RSGM Unpad, Jalan Sekeloa Selatan 1, Bandung, 6 – 8 Desember 2023.*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran bersama Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unpad dan Unilever Indonesia berkolaborasi menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional yang digelar di komplek RSGM Unpad, Jalan Sekeloa Selatan 1, Bandung, 6 – 8 Desember 2023.

Ketua pelaksana kegiatan Dr. Denny Nurdin, drg.,M.Kes., Sp.KG(K)., mengatakan, penyelenggaraan BKGN ke-13 ini, kegiatan berfokus pada 3 program utama. yaitu teledentistry, School Health Program, dan Free Dental Treatment.

Sementara Direktur RSGM Unpad Dr. Kosterman Usri, drg., M.M., menjelaskan, pada tahun ini, BKGN memperluas cakupan pelayanannya kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kebetulan kami di RSGM memiliki unit kerja Special Care Dentistry yang memang secara harian menangani pasien berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, unit ini juga mudah-mudahan mengenalkan layanan yang kami berikan di RSGM Unpad untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lewat BKGN, Unpad menargetkan 750 pendaftar dalam pemeriksaan gigi gratis. Angka ini telah terpenuhi selama tiga hari pelaksanaan BKGN. Pasien anak sendiri memenuhi sepertiga dari total pasien. Sementara jumlah pasien berkebutuhan khusus berjumlah sembilan anak dan ditangani pada unit Special Care Dentistry yang terdiri dari pasien cleft dan down syndrome.

Pelayanan gigi gratis pada BKGN 2023 ini dibatasi hanya pada bidang konservasi gigi (penambalan), bidang periodonsia (pembersihan karang gigi), pedodonsia (kedokteran gigi anak), dan bidang eksodonsia (pencabutan gigi).

Untuk kegiatan teledentistry, FKG Unpad dan RSGM Unpad membuka 20 line layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi masalah kesehatan gigi dan mulut secara online. Layanan konsultasi tersebut dibagi menjadi 2 shift, 10 shift pagi dan 10 shift siang.

Program ketiga adalah School Health Program merupakan suatu program edukasi perilaku hidup bersih dan sehat yang ditujukan bagi murid usia dini di SD, SLB, Sekolah Inklusif, Pesantren atau PAUD.

Dalam kegiatan ini FKG Unpad melakukan pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut yang terdiri dari guru dan orang tua murid. Kegiatan ini diikuti oleh 1.100 murid yang pada 28 November lalu telah diadakan latihan kader atau Training of Trainer yang diikuti oleh para guru dan perwakilan orang tua murid dari sekolah dasar dan sekolah luar biasa.

Kegiatan School Health Program dilanjutkan selama 21 hari dengan monitoring untuk pelaksanaan pembiasaan menyikat gigi pagi dan malam. Sebanyak 4 sekolah dasar dan 1 sekolah luar biasa yang mengikuti program ini.

Assistant Manager Professional Marketing for Oral Care PT. Unilever Indonesia Annelisa Natania Odelia mengatakan bahwa PT. Unilever Indonesia bersama PDGI dan AFDOKGI juga RSGMPI berkolaborasi dalam menyelenggarakan BKGN guna membebaskan masyarakat Indonesia dari masalah gigi dan mulut, terutama gigi berlubang.

“Setiap tahun kami selalu membawa misi untuk menyebarluaskan pentingnya sikat gigi pagi dan malam hari dan berkonsultasi ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali, Dimana hal ini juga sejalan dengan misi Kemenkes RI untuk mengedepankan upaya promotif preventif dibidang kesehatan dan transformasi layanan kesehatan,” papar Annelisa.

Kegiatan BKGN 2023 juga merupakan wujud komitmen dari berbagai pihak untuk berkolaborasi, berkontribusi pada pencapaian status kesehatan gigi dan mulut serta kualitas hidup yang lebih baik.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FKG Unpad Dr. Sri Susilawati, drg.,M.Kes. mengatakan hal ini sejalan dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat dengan makin meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang baik dan sangat sejalan dengan goals atau tujuan global oral health action plan. Ini disebabkan, WHO menyatakan bahwa sejak 2023 sampai dengan 2030 sebanyak 80 persen populasi global itu berhak menikmati layanan kesehatan gigi dan mulut secara esensial.

“Dan bagi institusi perguruan tinggi kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat dan seluruh civitas akademika ikut terlibat dalam kegiatan ini,” kata Susi. (rilis/santi)*

Share this: