CCR Unpad-UI-Monash University-CSIRO Australia Gelar Pelatihan Audit Sampah untuk Riset di Citarum

Peserta pelatihan bertajuk “Capacity Building for Establishing a Baseline of Marine Litter di West Java” di kampus Unpad, Jatinangor, 6 – 8 Desember 2023 lalu.*

[Kanal Media Unpad] Pusat Riset Citarum/Citarum Center of Research (CCR) Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan lembaga riset CSIRO, Monash University, dan Universitas Indonesia melakukan penelitian mengenai audit sampah (waste audit) di DAS Citarum. Proses audit ini akan melibatkan sejumlah surveyor yang menyebar di sejumlah lokus penelitian.

Ketua Pusris Citarum Unpad Dr. Kartika Hajar Kirana, M.Si., mengatakan, untuk memulai penelitian tersebut, para surveyor terlebih dahulu mendapatkan pelatihan mengenai metode pengambilan data lapangan melalui pelatihan bertajuk “Capacity Building for Establishing a Baseline of Marine Litter di West Java” di kampus Unpad, Jatinangor, 6 – 8 Desember 2023 lalu.

Dalam pelatihan tersebut, 30 peserta yang terdiri dari peneliti, surveyor, dan mahasiswa dari Unpad dan UI mendapatkan materi mengenai metode pengambilan data menggunakan metode khusus dari CSIRO. Penyampaian metode tersebut disampaikan langsung oleh pemateri dari CSIRO.

Kartika menjelaskan, pada proses audit sampah, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk melihat debrisnya, seperti berapa luasan yang akan diaudit, apakah daerah dengan wilayah yang besar atau daerah yang sedikit. Pengambilan data yang dilakukan adalah mengaudit khusus jenis sampah plastik

Nantinya, dari audit yang dilakukan, akan diketahui debris terbanyak apakah berada di daerah daratan ataukah daerah sungai. “Nanti akan diketahui daerah mana yang sampahnya banyak. Rencananya Unpad akan mengerjakan audit sampah di hulu sungai Citarum,” ujar Kartika.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya diberikan materi teori di dalam ruangan. Di hari kedua, peserta diajak untuk berkeliling di kawasan Ekoriparian Leuwi Padjadjaran. Dan di hari ketiga peserta diberikan pelatihan mengenai marine debris di area Pantai Cibendo.

Kartika mengatakan, peserta banyak mendapat wawasan baru mengenai proses audit sampah. “Mereka dapatkan pengalaman yang tidak akan bisa didapatkan di tempat lain,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, tim akan berencana melakukan survei langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan materi audit yang didapatkan. Rencana survei akan dilakukan pada Januari-Februari 2024 mendatang.*

Share this: