Mahasiswa KKN Unpad Bangun Kesadaran Berlalu Lintas kepada Pelajar

Suasana sosialisasi "Penanaman Kesadaran Berlalu Lintas bagi Pelajar” yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran di SMPN 2 Cileunyi, 19 Januari 2024.*

[Kanal Media Unpad] Di tengah meningkatnya permasalahan lalu lintas, mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran kelompok 28 melakukan kegiatan yang berfokus pada membangun kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar.

Kegiatan yang mengusung tema “Penanaman Kesadaran Berlalu Lintas bagi Pelajar” tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang aturan dan keselamatan di jalan raya pada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, kegiatan ini digelar di SMPN 2 Cileunyi dan Pondok Pesantren Sindangsari Al-Jawami, Cileunyi, Kabupaten Bandung, pada 19 Januari dan 22 Januari 2024. Kegiatan diisi dengan penyampaian materi mengenai keutamaan keselamatan dan kesadaran berlalu lintas.

Kegiatan tersebut melibatkan 25 mahasiswa kelompok KKN dari berbagai fakultas dengan Dosen Pembimbing Lapangan Rafan Darojat, M.H. Kegiatan digelar berupa seminar dan talkshow dengan lima subtema berbeda, yaitu Bahaya Berkendara di Bawah Umur,” “Kelengkapan Atribut Berkendara,” “Kelengkapan Legalitas bagi Pengendara,” “Kesadaran Berlalu-lintas dalam Konteks Berbagi Jalan dengan Pedestrian,” dan “Prosedur Melengkapi Dokumen Legalitas Kendaraan secara Digital.”

Perwakilan kelompok KKN, Nadhira Alya Putri Kusuma menjelaskan, kegiatan digelar sebagai bentuk pembelajaran partisipatif mahasiswa untuk melakukan transfer ilmu kepada pelajar. “Selama penyampaian seminar atau sosialisasi, siswa terlihat sangat antusias mengikutinya dan terstimulasi untuk berpikir, memberikan tanggapan, dan memberikan jawaban berdasarkan referensi yang mereka ketahui,” ujarnya.

Tim juga menyediakan materi yang interaktif berupa tes. Siswa diberikan kesempatan mengerjakan pre-test guna mengukur pemahaman mereka mengenai kesadaran berlalu lintas. Setelah itu, tim juga memberikan pematerian melalui presentasi dan video.

Tim kemudian meminta siswa mengerjakan post-test. Langkah ini dilakukan untuk menilai dan mengevaluasi  sejauh mana siswa menyerap materi yang disampaikan.

Nadhira mengatakan, hasil akhir dari sosialisasi ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar telah mengetahui aturan berlalu lintas, termasuk bahaya, kelengkapan, dan legalitasnya. Namun, masih banyak dari mereka yang belum sepenuhnya memiliki kesadaran menaati peraturan yang berlaku.

“Dengan pematerian dan tes yang diberikan, para pelajar menjadi lebih menyadari keutamaan keselamatan dan kesadaran dalam berlalu lintas,” pungkasnya.*

Share this: