Tingkatkan Perilaku Hijau Generasi Z Lewat Pendidikan

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Diana Sari menjadi pembicara

[Kanal Media Unpad] Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Diana Sari mengatakan bahwa pengetahuan generasi Z yang tinggi tentang pelestarian lingkungan tidak menjamin mereka akan setia menggunakan produk ramah lingkungan.

Berdasarkan hasil risetnya, Prof. Diana melihat banyak generasi Z dan milenial yang memiliki minat untuk membeli produk ramah lingkungan. Namun, mereka membeli produk ramah lingkungan bukan dengan tujuan utama untuk menjaga lingkungan, tetapi untuk memberikan kesan baik di mata orang lain.

“Hal ini tidak menjamin mereka setia terhadap produk ramah lingkungan karena pembeliannya itu dilakukan untuk mendapat kesan baik di mata orang lain,” kata Prof. Diana dalam Satu Jam Berbincang Ilmu yang diselenggarakan oleh Dewan Profesor Unpad secara daring, Sabtu (3/2/2024).

Menurut Prof. Diana, kesadaran masyarakat dunia mengenai produk ramah lingkungan mengarah ke  tren yang positif. Hal ini membuka kesempatan bagi produsen untuk membuat produk ramah lingkungan.

Meski demikian, berbeda dengan sejumlah negara maju lain di dunia, negara di Asia khususnya Indonesia belum banyak generasi Z yang berperilaku ramah lingkungan.

“Penelitian saya mengenai generasi Z tidak berperilaku ramah lingkungan masih terbatas di Asia jadi kalau kita lihat di dunia, generasi Z itu sudah berperilaku ramah lingkungan tetapi ternyata kalau di Indonesia itu belum seperti itu,” kata Prof. Diana.

Penelitian tersebut dilakukan pada generasi Z yang lahir pada tahun 1997 hingga tahun 2006. Penelitian bersifat deskriptif dan verikatif dilakukan dengan survei dan menggunakan kuesioner.

Dalam penelitiannya, Prof. Diana menemukan bahwa environmental knowledge tidak memiliki pengaruh langsung pada ecologically conscious consumer behaviour. Hal ini juga perlu dimediasi oleh dukungan orang-orang sekitar untuk berperilaku ramah lingkungan.

“Jadi pengetahuan yang tinggi belum menjamin perilaku dalam menjaga lingkungan,” kata Prof. Diana.

Dikatakan Prof. Diana, pendidikan dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap lingkungan agar Gen Z lebih peduli pada lingkungan. Kesadaran lingkungan Gen Z juga dapat didorong dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti menggunakan strategi Augmented Reality terhadap produk ramah lingkungan agar lebih menarik.

Prof. Diana mengatakan bahwa viral marketing menjadi satu media yang dapat dilakukan agar generasi Z bisa berperilaku lebih hijau. Hal ini juga dikaitkan dengan karaketristik generasi Z yang cepat terpengaruh oleh lingkungannya.

“Viral marketing merupakan satu media juga yang bisa dilakukan agar mendorong teman-teman dari Gen Z ini bisa berperilaku lebih ‘hijau’,” kata Prof. Diana. (arm)*

Share this: