[Kanal Media Unpad] Memperingati Hari Populasi Sedunia yang jatuh setiap 11 Juli, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Jabar menggelar webinar bertema “Perempuan Tangguh Jawa Barat Menuju Indonesia Emas 2045”, Kamis (11/7/2024).
Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut berkolaborasi lebih lengkap bersama DPAKB Jawa Barat , BPS Jawa Barat dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat dan Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unpad.
Webinar tersebut dibuka oleh sambutan Dekan FEB Unpad Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah dan Pj. Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman. Webinar ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Provinsi Jabar Siska Gerfianti, perwakilan BPS Provinsi Jabar Isti Larasati Widiastuty, dan Dosen FEB Unpad Alfiah Hasanah, M.Ec., PhD.
Acara dimoderatori Dosen FEB Unpad yang juga Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi Jabar Dr. Ferry Hadiyanto, M.A.
Dalam paparannya Alfiah membahas tren ketimpangan tenaga kerja perempuan terhadap tenaga kerja laki-laki secara global dan bahwa tenaga kerja perempuan masih lebih banyak berada di sektor informal dan bekerja paruh waktu.
Ia juga membahas pentingnya menjaga keseimbangan peran dan tugas perempuan dalam pembangunan yaitu memenuhi hak ASI eksklusif terhadap anak-anak yang dilahirkan dalam menyongsong indonesai Emas 2045 dan menyoroti biaya yang ditimbulkan dari tidak memberikan ASI ekslusif.
Sementara Isti menyampaikan laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat pada 2020-2025 secara bertahap melambat dari 1,06 persen menjadi 0,66 pada periode proyeksi 2020-2045.
Tren pertumbuhan penduduk perempuan Jawa Barat selalu lebih tinggi dari LPP laki-laki dan memerlukan perhatian jika perlambatan pertumbuhan penduduk mengiringi penuaan struktur penduduk dan dampaknya terhadap stagnasi ekonomi.
Isti juga melaporkan tren jumlah kelahiran diproyeksikan semakin penurunan hingga 2045, maka indikasi pengendalian kelahiran di Jawa Barat semakin baik.
Narasumber Siska menyoroti permasalahan spesifik perempuan dan anak di Jabar, seperti prevalensi stunting, perkawinan anak, perceraian, human trafficking, dan kasus kekerasan.
Kendati demikian, Siska menyampaikan bahwa baik Indeks Pembangunan Gender (IDG) maupun Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang trennya makin baik sejak tahun 2019 sampai 2023. (arm)*
