Delegasi Unpad Raih Prestasi di Ajang KDMI 2024

Delegasi Unpad di ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) di Universitas Ciputra, Surabaya, 15 - 21 Juli 2024.*

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran meraih prestasi  di ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2024 di kampus Universitas Ciputra, Surabaya, 15 – 21 Juli 2024. Ajang lomba KDMI ini diikuti tim dari 112 perguruan tinggi di Indonesia.

Pada kompetisi tersebut, Unpad diwakili debater Kadek Raka Gunawan (Psikologi), debater Raden Almadea Putri Warganegara (Fikom), serta N1/juri institusi Aqil Diningrat (FISIP). Tim berhasil membawa pulang prestasi Juara II Juri Institusi terbaik, dan medali perunggu sebagai Pembicara Terbaik (Best Speaker).

Kepada Kanal Media Unpad Alma menjelaskan, KDMI merupakan lomba debat bergengsi yang digelar Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikbudristek. Tidak heran jika lomba ini menjadi ajang bertemunya seluruh pendebat berbakat di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

“Dari lomba inilah kami tertarik untuk mengikuti lomba dan menjali interaksi antar partisipan,” ujar

Alma dan tim mempersiapkan diri selama sembilan bulan. Sejak Oktober 2023, calon delegasi melakukan persiapan dengan mengikuti kegiatan seleksi internal berupa training camp yang berisikan jadwal rutin sparring debat selama enam bulan. Dari seleksi internal tersebut terpilih debater Alma dan Raka serta Aqil sebagai N1/Juri Institusi.

“Setelah itu persiapan dilanjutkan dengan pelatihan intensif selama 3 bulan dengan bersama eksternal dan internal,” jelas Alma.

Setelah lolos di tingkat universitas, tim harus mengikuti seleksi KDMI tingkat wilayah yang digelar pada Juni 2024 lalu. Seleksi ini menjaring tim terbaik dari masing-masing LLDikti untuk kemudian menjadi wakil wilayah ke tingkat nasional. Pada seleksi ini, Alma dan tim pun berhasil lolos mewakili LLDikti IV ke tingkat nasional.

Diakui Alma, tantangan untuk bisa mengikuti KDMI tidak mudah. Di tingkat internal, tim harus membangun kebersamaan antar tim sehingga tercipta kerja sama tim yang solid dan menyenangkan.

“Secara eksternal, sparring debat bersama universitas lain menjadi proses yang cukup sulit untuk dilewati sebab kualitas yang harus meningkat setiap latihan. Namun demikian, setiap proses tersebut pada akhirnya membuahkan hasil untuk Universitas Padjadjaran,” ujarnya.*

Share this: