[Unpad.ac.id, 30/08/2013] Kewirausahaan adalah salah satu aspek penting untuk membangun Indonesia saat ini. Demikian dikatakan Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan saat memberikan kuliah umum via video streaming dalam National Lecture Series 2013 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwakoesoemasoemantri, Jumat (30/08).

Menurut Gita, selama 50 tahun terakhir, Indonesia terus mengalami peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Dalam masa kepemimpinan Presiden Soekarno, PDB Indonesia masih berkisar 500 dolar per kapita. Memasuki kepemimpinan Presiden Soeharto, PDB Indonesia naik menjadi 1.200 dolar per orang per kapita.
Meskipun pernah mengalami kemerosotan pada tahun 1998, yakni menjadi 600 dolar per orang per kapita, pada tahun 2004 hingga 2013 kembali menaik menjadi 1.100 – 4.000 dolar per orang per kapita. “Insya Allah, apabila asumsi ekonomi kita dapat dijaga, PDB kita pada akhir 2014 akan meningkat lagi menjadi 5.000 dolar per orang per kapita,” tutur Gita.
Demokrasi yang terus berkembang di Indonesia turut memengaruhi peningkatan ekonomi. Menurut Gita, tantangan saat ini adalah bagaimana rakyat Indonesia mampu menggulirkan Democracy 2.0, yaitu demokrasi yang membuat rakyat Indonesia mampu menggarudakan dirinya.
“Rakyat Indonesia harus bisa menggarudakan dirinya, karena di dalam garuda ada kekayaan budaya, ekonomi, kesinambungan sosial, dan kemahiran teknologi,” ujarnya.
Terkait dengan kewirausahaan, Gita pun mencirikan salah satu aspek wirausaha yang baik adalah dengan memiliki pendidikan. Pendidikan, lanjut Gita, juga menjadi salah satu penopang demokrasi.
“Demokrasi tidak akan berhasil tanpa pilarisasi lembaga yang di dalamnya diisi dengan pendidikan. Tanpa pendidikan kita tidak dapat menyempurnakan demokrasi,” kata Gita.
Pendidikan pun menjadi salah satu pendorong kesiapan seorang wirausaha untuk memiliki daya saing. Menurut Gita, saat ini persaingan ekonomi sudah bukan lagi antara satu wilayah dengan wilayah lain di Indonesia, namun justru antara Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.
Oleh karena itu, di hadapan para mahasiswa, Gita pun menekankan pentingnya wirausaha di dalam menopang perekonomian bangsa. Hal tersebut tentunya juga didasari dengan kemampuan membidik potensi pasar.
“Kalau nanti sudah menjadi wirausaha, kita perlu tahu kemampuan daya beli masyarakat Indonesia itu berapa? Ini memerlukan inovasi, kedisiplinan, moralitas, dan kecerdasan,” ungkapnya.
Kuliah umum ini digelar oleh Bank Mandiri dengan mengangkat tema “Spirit Memakmurkan Negeri Melalui Wirausaha”. Melalui video conference, kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa dari 3 universitas, yakni Unpad, Universitas Airlangga, dan Universitas Hassanudin. Gita sendiri memberikan kuliah umumnya di Universitas Airlangga.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh *
