[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan kampus-kampus di Indonesia beserta para lulusannya dapat mengambil peluang yang tersedia pada berbagai bidang lapangan kerja di Qatar dengan posisi jabatan dan penghasilan yang sangat baik. Tidak hanya sebagai penyedia tenaga kerja, kampus juga bisa menawarkan kolaborasi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi Qatar di masa kini dan mendatang.
Demikian dikatakan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Qatar, H.E. Ridwan Hassan, saat memberikan sambutan pada talkshow bertema “Membangun Pendidikan Berkualitas Dunia di Universitas Padjadjaran” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Unpad Komisariat Qatar dan KBRI Doha di Gedung KBRI Doha di Qatar, Jumat 20 September 2024. Talkshow ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan “Unpad Saba Doha” yang diselenggarakan di Qatar pada 18-21 September.
“Dari seluruh penduduk Qatar, 85%-nya merupakan warga negara asing. Selain sektor minyak dan gas yang menjadi backbone dari perekonomian Qatar, ada sektor pendukung lainnya yang membutuhkan banyak tenaga kerja dari berbagai macam lapangan yang dari dari luar negeri Qatar. Nah, di sini peluang dan tantangannya, bagaimana Unpad bisa propose something untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Ridwan Hassan.
Talkshow tersebut menghadirkan narasumber Rektor Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, SE., MSIE., serta alumni Unpad yang bekerja di Qatar yaitu praktisi migas Ir. Al Musthofa, MMSI., dan praktisi Human Resource (HR), Gurun Hermawan, SE., serta dimoderatori Erwien Gabiraldi, S.SPsi., M.Psi yang juga praktisi HR di Qatar. Hadir pula Direktur Badan Pengembangan Usaha Komersial dan Investasi Unpad, Prof. Diana Sari, SE., M.Mgt, Ph.D. Pada kesempatan itu, Unpad dan Ika Unpad Qatar juga meluncurkan program Doha Education Scholarships for Outstanding Future (DESOF), sebuah program untuk berkontribusi pada pengumpulan Dana Abadi Unpad yang memberi manfaat beasiswa kepada masyarakat internasional.
Negara yang merdeka pada 1971 ini memiliki luas wilayah 11.581 km2 atau hanya 1/3 dari luas provinsi Jawa Barat, dengan jumlah penduduk sekira 2,5 juta jiwa atau sama dengan jumlah penduduk Kota Bandung. Dari jumlah penduduk tersebut, hanya 15% saja yang merupakan warga negara asli Qatar.
“Diplomasi yang dilakukan bisa tidak hanya Government to Government, tapi juga kerja sama People to People. Mari kita bersama-sama gali, berbagai macam ide dan kemungkinan, misalnya merancang project spesifik yang membuat kampus di Qatar tertarik dengan tawaran kita,” jelas Dubes.
Pada kesempatan tersebut, Rektor memaparkan upaya Unpad membangun pendidikan berkualitas dunia, fasilitas yang tersedia dan program studi dan pusat riset yang tersedia di Unpad. Rektor juga memperkenalkan berbagai program unggulan Unpad, termasuk Unpad Luhung dan Unpad EdEx, platform pembelajaran online oleh Unpad yang bisa diikuti siapa saja termasuk mereka yang berada di luar negeri.
“Kami ingin membuat terobosan dan inovasi bagaimana cara Unpad semakin mendunia. Salah satu yang kami lakukan adalah memperbanyak mitra internasional dan bersinergi dengan alumni untuk memperkuat rekognisi internasional,” ujar Rektor.
Dua praktisi yang hadir, Ali Musthofa dan Gurun Hermawan menceritakan pengalaman mereka mulai dari proses rekrutmen hingga atmosfer kerja di Qatar yang dapat menjadi referensi bagi mereka yang berminat bekerja di Qatar dan Timur Tengah pada umumnya. Mereka juga sepakat, ada cukup banyak peluang terbuka bagi para alumni Unpad berkarier di Qatar, serta peluang bagi Unpad untuk berkolaborasi dengan alumninya serta dengan industry di Qatar.
Sementara Ketua Ikatan Alumni Unpad di Qatar, Davina Chairunnissah, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendukung visi Unpad menjadi universitas yang membawa manfaat bagi banyak pihak dan mendunia. “Kami mendukung Unpad untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bersinergi dengan banyak pihak sehingga menancapkan reputasi dan rekognisi di Tingkat internasional. Ini merupakan dukungan Ika Unpad Qatar mewujudkan Upaya ngapungkeun Unpad,” ujar Davina.
Pada rangkaian kegiatan Unpad Saba Doha ini, para pengurus Ikatan Alumni Unpad di Qatar membantu tim Unpad berdiskusi dengan beberapa pihak antara lain komunitas human resource yang terdiri dari para profesional Indonesia yang bekerja di Qatar pada Kamis 19 September, lalu pada Sabtu 21 September berdiskusi dengan pengurus Qatar Care, penyedia layanan keperawatan dan medical home care terbesar dan terkemuka di Qatar serta berdiskusi dengan pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Qatar. Sementara pada Jumat 20 September, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, MA (SUT)., Ph.D., menjadi narasumber dalam podcast Minkof Podtalk yang dikelola KBRI Doha untuk membicarakan profil Unpad. *












