FKG Unpad, YPPCBL, dan Smile Train Kolaborasi Gelar Kegiatan Peringati Hari Senyum Sedunia

Kegiatan World Smile Day 2024 yang diselenggarakan FKG Unpad, YPPCBL dan Smile Train di Cihampelas Walk, Bandung, Minggu, 6 Oktober 2024, (Foto Dokumentasi FKG Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Unpad, Yayasan Pembina Penderita Celah ibir dan Langit-Langit (YPPCBL), dan Smile Train berkolaborasi menggelar Kegiatan bertajuk “Lighting Up The World With Smile” dalam rangka memperingati Hari Senyum Sedunia di Union Square Cihampelas Walk, Bandung, Minggu, 6 Oktober 2024. Hari Senyum Sedunia sendiri diperingati setiap hari Jumat pada minggu pertama bulan Oktober yang tahun ini jatuh pada tanggal 4.

Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasaty, mengatakan, tujuan dari acara ini adalah bagaimana menyebarkan senyuman baru itu bisa sangat bermanfaat memberi semangat  kepada pasien dan keluarganya untuk lebih ceria menghadapi hari-hari depan yang lebih baik.

“Bagaimana kita bisa berbahagia bersama-sama dengan senyuman baru yang sudah didapatkan oleh anak-anak yang sebelumnya mengalami bibir sumbing dan langit-langit. Setelah mereka dioperasi, mereka juga bisa lebih kreatif dan lebih percaya diri. Diharapkan kepada anak-anak yang lain juga mempunyai semangat yang sama,” ujar Deasy.

Sementara Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FKG Unpad, Dr. Sri Susilawati, drg.,M.Kes., mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh YPPCBL dan Smile Train selama ini telah menebar banyak kebaikan.

“Tentu kami dari FKG Unpad menyambut baik kegiatan World Smile Day ini dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas guna meningkatkan kualitas hidup bagi para penderita celah bibir dan langit-langit,” kata drg. Sri Susikawati.

Kegiatan World Smile Day 2024 ini diisi dengan talkshowOne Act for Thousand Smile” bersama narasumber Farah Asnely Putri, drg.,Sp.BMM(K). Menurut drg. Farah, celah bibir dan langit-langit dapat disebabkan beberapa faktor, seperti faktor turunan dan lingkungan. Ibu perlu menjaga kehamilan dimulai dari konsumsi multivitamin, bisa dari sebelum kehamilan dengan asam folat, menjaga daya tahan tubuh sampai nanti dinyatakan hamil dan mengonsumsi nutrisi lainnya untuk menjaga kesehatannya untuk mencegah celah bibir dan langit-langit.

“Jangan sampai ketika hamil perlu diberikan obat dan juga ada yang suka jamu-jamuan. Permasalahannya kadang jamu-jamu itu ada yang memang murni atau yang kemasan itu kita ngga tahu,” kata drg. Farah.

Farah menyarankan, kontrol rutin, baik ke bidan atau dokter obgyn, agar selalu dimonitor kondisi janin serta nutrisi yang perlu dikonsumsi oleh ibu hamil sampai dengan proses kelahirannya.

Kegiatan World Smile Day 2024 juga diisi dengan acara hiburan dengan menampilkan pertunjukan bakat seni para penderita celah bibir binaan YPPCBL. Mereka menampilkan bakat menyanyi, menari, fashion show, serta bermain angklung bersama. Selain itu terdapat pemeriksaan gigi gratis bagi para pengunjung.

Salah satu Pembina YPPCBL, Prof. Dr. Eriska Riyanti, drg., Sp.KGA(K) berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat tetap terjaga. Selama 45 tahun YPPCBL berdiri sudah lebih dari 20.000 kasus yang ditangani. YPPCBL sendiri tidak hanya di Jawa Barat, tetapi menyebar ke seluruh Indonesia seperti Maluku, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, memang base nya di Bandung, Jawa Barat.

“Kami dari YPPCBL yang selama ini memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan pengobatan kemudian pembedahan, dengan memberikan pelayanan pengobatan, pembinaan pasca perawatan pembedahan pada pasien-pasien,” kata beliau.

Untuk Smile Train sendiri, YPPCBL telah bekerja sama selama 25 tahun, tidak hanya berperan dalam pembiayaan dan pendanaan operasinya, tapi Smile Train juga melakukan training contohnya ke operator-operator, kemudian mengundang pembicara dari luar negeri atau dokter bedah dari luar negeri untuk transfer ilmu kepada dokter-dokter atau operator yang ada di Indonesia. Perannya cukup besar dan saling bekerja sama serta bersinergi dengan YPPCBL.

Dengan kegiatan ini juga diharapkan dapat melakukan edukasi dan pendekatan ke masyarakat luas, sehingga tidak ada stigma dari masyarakat kepada penderita celah bibir dan langit-langit. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa semakin baik penerimaannya sehingga anak dengan celah bibir dan langit-langit bisa tetap semangat, bisa mencapai cita-citanya.*

Sumber: https://fkg.unpad.ac.id/kolaborasi-fkg-unpad-yppcbl-dan-smile-train-gelar-kegiatan-peringati-hari-senyum-sedunia/

Share this: