[Kanal Media Unpad] Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran mengadakan program Social Movement Through Art (Semesta) 2024, sebagai upaya memperjuangkan inklusivitas melalui seni pada Sabtu 19 Oktober 2024. Dengan mengusung tema “Symphony of Diversity, Harmony of Humanity,” Semesta 2024 menekankan pentingnya keberagaman dan kesetaraan, terutama untuk mendukung kelompok difabel dalam masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah street campaign di area publik, yang mengajak mahasiswa dan masyarakat lebih memahami tantangan sehari-hari yang dihadapi kelompok difabel. Kampanye ini juga menjadi wadah mahasiswa untuk menyerukan dukungan terhadap inklusivitas bagi difabel di kampus dan masyarakat umum.
Selain aktivitas di kampus, Semesta 2024 juga menyentuh masyarakat luas melalui kegiatan sosial di tiga lembaga, yaitu Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma Bandung, Panti Asuhan Bina Umat Bandung, dan SLB Negeri Raharja Tanjungsari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Unpad terlibat langsung bersama anak-anak difabel, memberikan bantuan, dan berbagi pemahaman tentang pentingnya inklusi sosial. Hal tersebut menunjukkan komitmen Hima Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad dalam mendukung kesetaraan hak bagi difabel.
Puncak acara dari rangkaian Semesta 2024 adalah Semesta Festival, sebuah perayaan seni dan inklusivitas. Acara ini menghadirkan pameran seni yang menampilkan karya Faisal Rusdi, seorang pelukis difabel yang karyanya diakui luas, serta karya dari siswa-siswi SLB Negeri Raharja Tanjungsari. Pameran ini memberi ruang ekspresi bagi seniman difabel sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih memahami kehidupan mereka.
Selain itu, pada Semesta Festival juga terdapat talkshow dengan narasumber Andina Rahayu, S.H., M.H., Kepala Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat. Sesi ini membahas kebijakan pemerintah yang mendukung hak-hak difabel serta langkah yang dapat diambil masyarakat untuk menciptakan lingkungan inklusif. Penampilan teater dari kelompok Apostrophe Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran turut meramaikan acara, dengan mengangkat tema hambatan difabel di kampus yang menyentuh hati para penonton.
Melalui kegiatan ini, Hima Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad berharap dapat terus menggerakkan semangat inklusivitas dan kesadaran tentang pentingnya keadilan sosial bagi difabel di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas. Melalui seni, kesadaran akan inklusi sosial dan harmoni dalam keberagaman diharapkan dapat terus tumbuh, mewujudkan masyarakat yang lebih manusiawi dan inklusif.* (Rilis Hima KS FISIP Unpad).


