Ikatan Goweser Unpad (i-Go) dan GX-ID Selenggarakan Sport Tourism “Bandung Urban Gravel”

Peserta Bandung Urban Gravel saat mengawali kegiatan berkonsep sport tourism dengan berkeliling ke sejumlah lokasi di Kota Bandung pada 15-16 Februari 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Goweser Unpad (i-Go) bekerja sama dengan GX-ID ini menggabungkan kepedulian di bidang Kesehatan dengan kepedulian lingkungan. (Foto Dokumentasi Panitia)*

[Kanal Media Unpad] Selaras dengan komitmen dan keunggulannya di bidang lingkungan dan health and wellbeing (sesuai QS Sustainability), Universitas Padjadjaran melalui komunitas sepeda Unpad, Ikatan Goweser (i-Go) Unpad bekerja sama dengan GX-ID (Gravel and Ultra Cyclist Indonesia) kembali terlibat dalam kegiatan peduli dan cinta lingkungan serta kesehatan yang diberi nama Bandung Urban Gravel pada tanggal 15-16 Februari 2025.

Kegiatan ini merupakan event bersepeda gravel menempuh jarak 40 km, 100 km, dan 120 km di kota Bandung. Tidak kurang dari 200 peserta terlibat dalam kegiatan ini.  Selain bersepeda, kegiatan ini  juga melakukan aktivitas peduli lingkungan.  Bekerja sama dengan Serlok Bantaran dan komunitas lain seperti Biker Brotherhood MC (BBMC) diadakan acara pelepasan 500 ikan di Sungai Cikapundung dan penanaman 100 pohon di bantaran Sungai Cikapundung. 

Di lokasi, peserta dimanjakan dengan hidangan lokal serta tarian jaipong yang memperkuat aspek ekonomi dan sosial budaya di Kawasan bantaran Sungai Cikapundung.  Hal tersebut sejalan dengan konsep sustainable tourism.  Kegiatan ini didukung pula oleh PT Cendo Pharmaceutical Industries, Bank Syariah Indonesia (BSI), NCC dan lain-lain.  

Menurut Prof Setiawan, Presiden i-Go Unpad yang juga Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, kegiatan ini diikuti tidak saja oleh dosen dan tenaga kependidikan Unpad, melainkan juga peserta dari berbagai kota lain.  Kegiatan Bandung Urban Gravel merupakan kegiatan pertama di Bandung yang diselenggarakan oleh GX-ID bersama i-Go Unpad. GX-ID pun telah menyelenggarakan kegiatan ini di beberapa kota lain, seperti yang terakhir di Bekasi. 

“Kita belajar banyak juga penyelenggaraan event sepeda sebagai sport tourism, serta event sepeda berwawasan lingkungan.  Penyelenggara sangat efisien, karena dibantu IT yang sudah baik berjalan,” ujar Prof Setiawan.

Dr Eri Surahman selaku Pembina GX-ID sangat bergembira melihat antusiasme peserta mengikuti kegiatan ini.  Demikian pula Direktur PT Cendo Donny Hardiana yang terlibat langsung sebagai peserta, sangat menikmati rute yang sangat menantang, dan bergembira atas kesempatan terlibat pada kegiatan bersepeda yang juga memberikan dampak terhadap lingkungan khususnya di Kawasan bantaran Sungai Cikapundung. 

Semua peserta sangat terkesan dengan rute menantang di Kawasan Bandung yang penuh dengan tanjakan.  Peserta  berharap, kegiatan ini dapat dilanjutkan di tahun mendatang, dengan persiapan dan pelaksanaan yang lebih baik.  Peserta kebanyakan masih kesulitan membaca peta pada kegiatan unsupported gravel ini, serta barcode yang kadang sulit ditemukan di lokasi Check Point.  Semoga Bandung Urban Gravel menjadi branding tahunan Unpad untuk mendukung keunggulan Unpad di aspek lingkungan dan kesehatan/well being.* (Rilis)

Share this: