Mahasiswa KKN Unpad Kembangkan Program untuk Gali Potensi Lokal di Selaawi Garut

Mahasiswa KKN Unpad saat melaksanakan sejumlah program bagi masyarakat di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut (Foto Dokumentasi Tim KKN)*

[Kanal Media Unpad] Tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PM) Universitas Padjadjaran kelompok 174 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. In-In Hanidah, STP., M.Si berhasil menggelar kegiatan program yang mencakup pelestarian budaya, edukasi gizi, pengembangan digital marketing, dan inovasi dalam pemantauan gizi balita di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Program tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pengembangan potensi lokal di Selaawi.

Program pelestarian alat musik tradisional Celentung yang digagas oleh Alm. Pak Oman, seorang maestro alat musik bambu dari Kecamatan Selaawi dilaksanakan melalui kerja sama dengan pengrajin lokal untuk mengembangkan dan memopulerkan alat musik ini agar sejajar dengan alat musik bambu lainnya, seperti Angklung.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk bambu khas Selaawi, tim KKN 174 bekerja sama dengan Silabu Center, komunitas pengrajin bambu dengan membantu para pengrajin untuk mengoptimalkan pemasaran digital melalui e-commerce, serta memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Strategi yang diterapkan meliputi perbaikan kualitas foto produk, optimasi deskripsi, hingga penggunaan fitur promosi. Melalui digitalisasi ini diharapkan produk bambu Selaawi dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mengalami peningkatan penjualan.

Di bidang kesehatan, Tim KKN 174 juga fokus pada permasalahan stunting di Desa Mekarsari dengan menjalankan program “Tangkas: Tangkal Stunting dengan Asupan Sehat.” Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, khususnya dalam pemberian MPASI. Melalui kegiatan edukasi, demonstrasi memasak MPASI yang mudah dan terjangkau, serta pembagian e-booklet, program ini memberikan solusi agar ibu dapat menyediakan makanan bergizi bagi anaknya tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Tidak hanya itu, tim KKN 174 juga mengembangkan platform digital E-Posyandu untuk mempermudah pemantauan status gizi balita di Kecamatan Selaawi. Sistem ini menggunakan Google Form dan Google Data Studio untuk mengumpulkan dan menganalisis data gizi balita secara real-time.

“Inilah salah satu KKN yang saya harapkan selama ini, karena sebagian KKN itu Ketika pulang tidak meninggalkan jejak yang bisa kami manfaatkan kedepannya. Mudah-mudahan seterusnya bisa seperti ini,” ujar Ajie Nugraha, Kepala Desa Mekarsari, Kec. Selaawi.

Program-program tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Melalui berbagai inovasi ini, diharapkan Kecamatan Selaawi dapat terus berkembang dengan mengedepankan kearifan lokal serta kesejahteraan masyarakatnya.

“Terima kasih, ini hal yang luar biasa. Unsur budaya disentuh, alat musik juga disentuh, UMKM disentuh juga, kesehatan disentuh, semua komponen tersentuh. Konsep KKN seperti ini luar biasa,” ujar Fahmi Fauzi selaku Camat di Kecamatan Selaawi.

Sementara Ketua Silabu Center, Utang Mamad mengapresiasi program yang dilaksanakan tim KKN Unpad, terutama terkait digital marketing. “Sebelumnya tidak ada penjualan, alhamdulillah sekarang mulai ada. Itu luar biasa,” ujarnya.*

Share this: