[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran melalui Departemen Perikanan telah menyelenggarakan Webinar Kancra dengan tema “Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan” secara daring pada Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan webinar ini diikuti oleh 161 peserta dari berbagai kalangan dan berhasil mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta selama sesi diskusi.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Perikanan FPIK Unpad Prof. Zahidah menyampaikan pentingnya topik webinar yang relevan dengan isu pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk perikanan yang lebih baik di masa depan.
Webinar ini menghadirkan para pembicara yang memiliki latar belakang yang kuat dalam riset perikanan dan konservasi laut, yaitu Lady Ayu Sri Wijayanti dari Perikanan Laut Tropis Unpad Pangandaran, Mochamad Ramdan dari BRIN, dan Faqih Baihaqi dari Departemen Perikanan Unpad.
Pada kesempatan ini, Lady Ayu menjelaskan materi mengenai Transplantasi Karang untuk Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang terkait dengan berbagai teknik transplantasi karang yang dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan ekosistem terumbu karang. Lady menyampaikan pentingnya mempertahankan keberagaman spesies, serta berbagai tantangan utama dalam pemulihan terumbu karang di Indonesia, khususnya terkait dengan perubahan iklim dan eksploitasi berlebihan.
Lebih lanjut, Mochamad Ramdan membahas tentang Ledakan Populasi Ubur-Ubur di Indonesia yang dapat mempengaruhi sektor perikanan dan pariwisata. Meski demikian, ada nilai positif yang bisa menjadi potensi, diantaranya adalah dengan pemanfaatan ubur-ubur yang semakin melimpah ini untuk berbagai produk, mulai dari pangan hingga farmasi. Pemanfaatan tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh ledakan populasi ubur-ubur sekaligus memberikan peluang ekonomi baru.
Selanjutnya, Faqih Baihaqi menyampaikan Eko-Biologi dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan terkait dengan eko-biologi yang dapat berperan dalam pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan data biotik dan abiotik, serta memperhatikan faktor lingkungan seperti polusi dan pemanasan global, eko-biologi memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana mengelola ekosistem perairan agar tetap seimbang dan produktif.
Kegiatan webinar dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para peserta. Berbagai pertanyaan yang muncul membahas mengenai tantangan dalam pemulihan terumbu karang, potensi ekonomi dari ubur-ubur, hingga pentingnya kolaborasi antar pihak untuk konservasi perikanan. Diskusi ini semakin memperkaya wawasan para peserta mengenai pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan dan berbasis riset ilmiah.
Webinar ini berhasil mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, ilmuwan, LSM, dan masyarakat, diharapkan pemulihan ekosistem laut dan perikanan dapat terwujud demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan manusia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi peserta, khususnya mahasiswa dan calon peneliti muda, untuk menggali ide-ide baru dalam penelitian perikanan, serta mendorong untuk berkontribusi dalam upaya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.*
