





[Kanal Media Unpad] Dua mahasiswa program studi Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Universitas Padjadjaran, Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, meraih prestasi membanggakan karena inovasi yang mereka ciptakan terpilih sebagai salah satu dari lima karya terbaik di AIGIS Green Scientific Competition yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian. Penghargaan diserahkan di Jakarta pada 30 Juli 2025 lalu.
Diah dan Hasya membawa karya berjudul “BIOSTAY: Biopackaging Berbasis Selulosa Limbah Kulit Singkong dan Sekam Padi Dengan Formulasi Antioksidan Kulit Jeruk Untuk Mendukung Green Economy dan Transformasi Bisnis Digital. Sebelumnya pada 30 Juni 2025, inovasi tersebut terpilih sebagai juara 1 pada kegiatan Toyota x AIGIS Goes To Campus 2025 di Unpad. Lalu di tingkat nasional, inovasi itu juga terpilih sebagai karya terbaik.
“Awalnya kita melihat permasalahan sosial yang ada, fokusnya tertuju pada pengolahan limbah. Kita melihat sangat banyak limbah styrofoam yang digunakan untuk mengemas makanan. Lalu kita dapat ide, bagaimana menggantikan styrofoam itu dengan biopackaging yang food grade. Lalu kita cari bahan yang bisa digunakan untuk membuatnya, ketemu lah kulit singkong, sekam padi dan kulit jeruk,” jelas Hasya.
Diah menambahkan, tujuan utamanya adalah bagaimana mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, terutama limbah pertanian lokal. Menurut Diah, limbah biopackaging ini tersedia cukup melimpah di sekitar kita karena lahan pertanian tersebar luas sehingga persediaan sekam padi akan cukup, begitu pun dengan kulit singkong dan kulit jeruk.
“Ada tiga fungsi dari limbah tersebut, sebagai agregat, pengerat dan antioksidan. Agregat itu struktur penguat, kita menggunakan sekam padi yang didalamnya ada komposisi hemiselulosa dan selulosa yang kuat strukturnya. Dari kulit singkong, selulosanya mengandung kabohidrat sehingga dapat digunakan sebagai pengerat atau struktur pengikat. Di dalam ekstrak kulit jeruk, ada antioksidannya, ada antibakteri. Kita memang menambahkan beberapa formulasi tambahan, tapi kita pilih bahannya yang food grade dan biodegradable,” jelas Diah.
Saat mempresentasikan karya ini di Jakarta, Diah memperoleh respon dan saran positif dari para juri. Inovasi ini, kata para juri, bisa dikembangkan ke skala lanjutan tidak sekadar biopackaging, misalnya ke furniture dan manufaktur otomotif.
“Senang banget bisa menang di kompetisi ini. Biasanya kalau menang lomba, kita dapat uang dan piagam. Di sini, kita dapat juga kesempatan magang di perusahaan-perusahaan besar yang menjadi sponsor lomba,” ujar Hasya.
Diah dan Hasya pernah juga menciptakan karya biopackaging lainnya dan meraih juara 1 mata lomba “Scientific Papers in Science and Technology” pada Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) ke-IX 2024. Kini kedua mahasiswa ini telah menyelesaikan studinya dan sedang menunggu wisuda pada November 2025 mendatang. Mereka berharap, kesempatan magang tersebut dapat pula menjadi jembatan bagi mereka untuk bisa masuk ke dunia kerja.*

