








[Kanal Media Unpad] Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) menggelar kuliah umum bertajuk “Provinsi DKI Jakarta Menuju Kota Global” pada Jumat, 26 September 2025 di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad. Acara ini menghadirkan narasumber Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., yang juga merupakan alumni S3 Ilmu Komunikasi Unpad.
Kuliah umum ini disambut antusias oleh ratusan mahasiswa dari program sarjana, magister, hingga doktoral, serta dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita, Dekan Fikom Unpad Prof. Dadang Rahmat Hidayat, para guru besar, jajaran dosen dan tamu undangan. Dekan Fikom Unpad memberikan sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran narasumber berharap semoga kuliah umum ini dapat menjadi spirit bagi Fikom Unpad untuk selalu meningkatkan proses pembelajaran, sekaligus mendukung Unpad yang unggul, berdampak dan mendunia.
Sementara Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan kebanggaan dan rasa syukur memiliki alumni Unpad yang berprestasi dan dapat dijadikan teladan oleh mahasiswa. Melalui kuliah ini, diharapkan mahasiswa dapat terinspirasi bahwa pekerjaan dan pendidikan juga bisa berjalan beriringan dengan kualitas yang sama baiknya. Selain itu, Prof. Arief juga menyampaikan bahwa Fikom Unpad merupakan salah satu fakultas terbaik yang ada di Unpad, dan terbaik di nasional, terbukti dari keketatan seleksi masuk yang selalu tinggi. Maka, Unpad percaya bahwa mahasiswa-mahasiswa yang dimiliki sangat berkualitas dan perlu didukung dengan ruang yang baik agar mahasiswa bisa berkembang, salah satunya melalui kuliah umum yang diselenggarakan saat ini.
Kuliah Umum
Kuliah umum dimulai dengan pemaparan dari Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M yang menjelaskan komunikasi publik dan gaya komunikasi yang diterapkan dalam memimpin DKI Jakarta, yaitu gaya berkomunikasi dengan hati serta mendengar berbagai masukan dan kritik dari warga.
Saat ini DKI Jakarta menjadi Kota Global nomor 74 dari 156 negara, hal tersebut menjadi tantangan untuk memperbaiki dan meningkatkan angkanya menjadi lebih tinggi. Pramono Anung menyampaikan bahwa komunikasi adalah kunci utama. “Komunikasi adalah salah satu kunci utama, bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan riil di lapangan yang setiap hari selalu ada dan berganti,” ujarnya.
Dalam kuliah umumnya, Pramono Anung menyampaikan gaya komunikasi yang digunakannya dalam memimpin Jakarta yakni berkomunikasi dengan hati dan mendengar berbagai masukan dan kritik dari warga. Empat unsur yang menjadi prinsip Good Governance dalam komunikasi publik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, diantaranya Inklusif, Responsif, Akuntabel dan Transparan. Salah satu hal yang dilakukan oleh Pramono Anung adalah berkomunikasi dengan publik melalui media sosial, beliau selalu menyempatkan waktu untuk selalu mengecek media sosialnya sendiri. Pramono Anung fokus untuk memberikan perhatian yang serius terhadap berbagai kritik dan masukan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Baginya, berbagai kritikan dan masukan publik tersebut menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan yang berdampak kepada kehidupan warga Jakarta.
Hal menarik lainnya yang disampaikan pada kuliah umum kali ini juga terkait dengan kebijakan beasiswa bagi generasi muda untuk membangun DKI Jakarta di masa mendatang. Banyak beasiswa yang disediakan salah satunya KJMU (Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa kuliah S1, S2, S3. Di tahun ini, Gubernur DKI Jakarta telah merumuskan beasiswa seperti LPDP sebanyak 100 kuota bagi warga Jakarta, baik di dalam maupun di luar negeri.
Terkait dengan respons dalam menghadapi krisis, Pramono menjelaskan, saat peristiwa demo yang menghanguskan berbagai fasilitas publik di DKI Jakarta, pihaknya tidak tinggal diam. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu merespons dan membuat keputusan dengan cepat. Beliau menuturkan, perbaikan transportasi publik harus bisa selesai dalam waktu 1 minggu, sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Menariknya, salah satu halte yang habis dibakar yaitu Senen Sentral, berganti nama menjadi halte Jaga Jakarta sebagai wajah baru, tagline baru dan semangat baru untuk warga DKI Jakarta.
Kuliah umum juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Menjawab pertanyaan mahasiswa terkait cara komunikasi Pramono Anung yang dapat merangkul semua pihak, Pramono menjelaskan bahwa sebagai “tokoh penengah” beliau sudah terbiasa menjadi komunikator bagi berbagai pihak bahkan bagi pihak yang berkonflik sekalipun. Julukan yang diberikan kepadanya sebagai “kerongkongan emas” ini juga menjadi jawaban atas cara komunikasinya yang selalu menggunakan hati dan berusaha memberikan setiap orang tepat pada porsinya.
Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad, S. Kunto Adi Wibowo menyampaikan bahwa hari ini mahasiswa dapat mempelajari hal yang sangat mendasar yang dipraktikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di mana kemampuan mendengar menjadi fokus utama.
“Karena selama ini dalam komunikasi yang ditekankan ialah kemampuan berbicara saja, namun tidak dengan mendengar, dan dari contoh Pak Gubernur Pramono, kemampuan mendengarkan ini menjadi penting bagi setiap orang, khususnya pejabat publik agar bisa menciptakan kebijakan yang berdampak,” kata Kunto.
Melalui kuliah umum ini, terlihat bahwa berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Program pembangunan kota yang inklusif, responsif, dan akuntabel mendukung tercapainya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), pengurangan ketimpangan sosial sesuai SDG 10 (Reduced Inequalities), serta penguatan tata kelola yang transparan sebagaimana diamanatkan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata dari Rektor Unpad kepada Gubernur DKI Jakarta, diikuti pemberian plakat oleh Dekan Fikom Unpad bersama dengan Kaprodi Ilkom Unpad. Gubernur DKI Jakarta kemudian menyerahkan cinderamata untuk Unpad sebagai simbol kerja sama yang baik. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara gubernur, pimpinan universitas, dan peserta kuliah umum. (Rilis oleh: Fikom Unpad/TAH).






