Guru dan Orangtua Harap Dampingi Murid Agar Tidak Salah Pilih Prodi

Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto, saat memaparkan materi sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk Unpad di Aula Atas SMAN 5 Bandung, Sabtu (11/01) lalu. (Foto oleh: Erman)*

[Unpad.ac.id, 13/01/2014] Permasalahan “blacklist” panitia SNMPTN terhadap sekolah-sekolah yang muridnya tidak melakukan pendaftaran meskipun telah dinyatakan lulus SNMTPN pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu pertanyaannya yang cukup sering ditanyakan oleh pihak sekolah, murid, dan orangtua murid. Demikian pula ketika tim Humas Unpad memenuhi undangan sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk Unpad di SMAN 5 Bandung, Sabtu (11/01) lalu.

Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto, saat memaparkan materi sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk Unpad di Aula Atas SMAN 5 Bandung, Sabtu (11/01) lalu. (Foto oleh: Erman)*
Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto, saat memaparkan materi sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk Unpad di Aula Atas SMAN 5 Bandung, Sabtu (11/01) lalu. (Foto oleh: Erman)*

“Kami tidak menyebutnya sebagai blacklist karena warna hitam ataupun putih tidak bermakna negatif. Kami menyebut sekolah-sekolah yang seperti itu masuk ke dalam “daftar negatif”. Tindakannya juga tidak dengan memblokir seluruh murid dari sekolah tersebut, namun setiap perguruan tinggi negeri yang dituju akan mempertimbangkan data tahun sebelumnya. Berapa yang dinyatakan diterima, berapa persen yang kemudian benar-benar mendaftar, termasuk juga bagaimana catatan akademiknya ketika sudah kuliah,” ujar Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto, yang didampingi stafnya, Wati Sukmawati.

Untuk itu, lanjut Bambang, kami mohon kerja samanya kepada pihak sekolah dan orangtua, untuk mendampingi anak-anaknya dalam memilih program studi pada seleksi masuk PTN ini. Arahkan para murid untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, jangan karena pengaruh teman atau citra bahwa program studi tertentu lebih favorit dibanding yang lain.

“Kami juga tidak bisa melarang mereka yang tidak mau melakukan pendaftaran meski telah dinyatakan diterima karena hal ini merupakan hak asasi. Apalagi mungkin mereka punya alternatif lain. Namun bila pada data tampak bahwa pemilih dari suatu sekolah banyak yang tidak melakukan pendaftaran ulang saat telah diterima, tentu ini juga akan menjadi pertimbangan bagi PTN,” tegas Bambang.

IFIFIF

Sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 200 orangtua murid kelas XII dan guru-guru SMAN 5 Bandung. Pertanyaan yang dilontarkan cukup beragam, seperti pilihan lintas jurusan, kriteria penilaian, seleksi mandiri Unpad, dll. Menurut Kepala SMAN 5 Bandung, Drs. H. Jumdiat Marzuki, MM., berbagai masalah yang timbul terjadi karena kurangnya informasi dan komunikasi.

“Oleh karena itu, SMAN 5 Bandung menghadirkan tim dari panitia pusat SNMPTN dan Unpad untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya terkait SNMPTN dan seleksi masuk Unpad,” ujar Jumdiat.

Pada kesempatan itu, Bambang Hermanto juga mengingatkan para orangtua untuk tidak tergiur dengan tawaran yang mengaku bisa membantu meloloskan seseorang menjadi mahasiswa baru Unpad. Jika menerima tawaran semacam itu, orangtua dipersilakan melapor ke pihak Unpad atau kepolisian karena hal tersebut merupakan tindak penipuan.

“Unpad tidak menolerir kasus penipuan ini. Jika ada oknum dari Unpad yang melakukannya, akan berhadapan dengan hukum. Sudah ada bukti kasusnya,” tegas Bambang. *

Laporan oleh: Erman

Share this: