[Unpad.ac.id, 30/04/2014] Untuk ketiga kalinya Unpad meraih opini “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) untuk laporan keuangannya. Kali ini, Unpad berhasil meraih opini tersebut untuk laporan keuangan tahun 2013. Opini WTP tersebut dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Helintono & Rekan yang ditandatangani oleh partner KAP, Dra. Elly Farida, CPA pada 4 April 2014 lalu.
Menanggapi opini WTP tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Keuangan Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, SE., MSIE yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan bahwa opini WTP itu harus dipertahankan terus. Walaupun demikian ia mengakui ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh Unpad.
“WTP itu tetap harus ada penyempurnaan, antara lain terkait dengan sikap kepatuhan. Walaupun WTP, kita itu masih ada sedikit-sedikit yang tidak patuh terhadap regulasi. Jadi memang kesadaran untuk patuh terhadap standar dan peraturan itu harus untuk semua unit kerja di Unpad, kalau kita ingin dikatakan patuh, akuntabel dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Unpad Cahya Irawady, S.E., M.Si.,Ak., menjelaskan bahwa keberhasilan Unpad meraih opini tersebut selama ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan laporan keuangan ini meliputi transaksi, pencatatan serta pelaporan keuangan yang dilakukan oleh Unpad.
Cahya menjelaskan bahwa sebagai institusi Badan Layanan Umum, laporan keuangan Unpad memiliki kewajiban untuk diperiksa oleh kantor akuntan publik. Selain itu, karena Unpad merupakan institusi pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, setiap tahun Laporan Keuangan Unpad juga diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Untuk meraih opini WTP ini, Unpad senantiasa melakukan berbagai perbaikan khususnya dalam sistem pelaporan. Tidak hanya menerapkan sistem akuntansi sebagaimana yang telah ditetapkan untuk BLU, mekanisme pelaporan pun menjadi perhatian Unpad. “Saat ini kita memang masih semi komputerisasi, ke depan, penggunaan komputer dan teknologi informasi akan semakin kita tingkatkan. Saat ini kita sedang lakukan sosialisasi, diharapkan 2-3 bulan kedepan sudah jalan,” ujar Cahya.
Ia juga memaparkan bahwa proses audit laporan keuangan Unpad oleh KAP Heliantono & Rekan ini dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2014. Hal ini memakan waktu yang cukup lama mengingat jumlah transaksi Unpad sudah mencapai ratusan ribu. Audit ini dilakukan dengan mengambil sampling ke berbagai unit kerja di lingkungan Unpad. *
Laporan oleh: Marlia / eh *

