Dr. Sc. Agr. Agung Karuniawan Terima Hibah Dana Rispro dari LPDP untuk Teliti Ubi Jalar Varietas Unggul

Dr. sc. Agr. Agung Karuniawan, (kiri) saat melakukan penandatanganan kontrak penelitian dengan pihak LPDP, Senin (26/05) lalu di Jakarta. *

[Unpad.ac.id, 30/05/2014] Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad, Dr. Sc. Agr. Agung Karuniawan mendapat hibah Dana Riset, Inovatif, Produktif (Rispro) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)  tahun 2014 selama 2 tahun. Pendanaan tersebut diberikan untuk riset Dr. Agung terkait ubi jalar yang difokuskan pada skema industri nasional.

Dr. sc. Agr. Agung Karuniawan, (kiri) saat melakukan penandatanganan kontrak penelitian dengan pihak LPDP, Senin (26/05) lalu di Jakarta. *
Dr. sc. Agr. Agung Karuniawan, (kiri) saat melakukan penandatanganan kontrak penelitian dengan pihak LPDP, Senin (26/05) lalu di Jakarta. *

Bersama dengan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, Dr. Agung menandatangani kontrak penelitian untuk 1 tahun pertama dengan LPDP, Senin (26/05) lalu di Jakarta. Pendanaan riset oleh LPDP ini adalah kali pertama yang berhasil diraih Unpad pascasosialisasi program tersebut pada Maret 2013 lalu.

Lebih lanjut Dr. Agung mengungkapkan, risetnya yang berjudul “Pengembangan dan Pemanfaatan Ubi Jalar Varietas Unggul Beradaptasi Luas dan Spesifik Lingkungan Serta Spesifik Guna Untuk Peningkatan Daya Saing Bahan Baku Pangan dan Industri Nasional Serta Ekspor” ini lolos uji seleksi LPDP setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang.

Riset tersebut berupa pemanfataan ubi jalar untuk peningkatan sektor industri. Riset tersebut bertujuan untuk mengomersialisasikan produk ubi jalar serta meningkatkan sektor ekspor nasional. Dalam riset tersebut, pihaknya pun telah bekerja sama dengan seluruh stakeholder, mulai dari kelompok tani di 4 kabupaten Jawa Barat hingga perusahan-perusahaan ekspor nasional.

“Sebelumnya, kita juga sudah mendapatkan 5 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Perlindungan Varieats Tanaman (PVT) untuk produk ubi jalar yang nanti akan dipakai oleh sektor industri untuk dibuat bahan ekspor. Tentunya riset ini juga harus ada nilai tambah bagi masyarakat, dalam hal ini yaitu produsen on farm, yang nanti produknya akan ditampung oleh mitra industri,” kata Dr. Agung.

Riset ini melibatkan 10 peneliti dari berbagai multidisiplin, terdiri dari peneliti dari Sosial Ekonomi, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tanaman Faperta, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP), serta peneliti dari mahasiswa Doktor dari Universitas Brawijaya dan Universitas Pasundan. Selain itu, kerja sama riset ini juga melibatkan 3 sektor industri.

“Ada 3 sektor industri yang kita mitrakan, pertama industri ubi manis, industri ini mengekspor ubi untuk keperluan pangan. Kedua, industri bahan setengah jadi, ubi yang dihasilkan kita buat jadi pasta, lalu diekspor ke Jepang dan di sana diolah jadi es krim atau mie. Ketiga, industri ubi stick, kita ekspor ke Korea untuk konsumsi snack,” papar Dr. Agung.

Dengan dukungan penuh dari fakultas dan universitas, pihaknya pun mendapat konsesi lahan seluas 2 hektar di kawasan Ciparanje, Unpad Kampus Jatinangor berdasarkan surat penggunaan lahan dari Wakil Rektor IV dan Dekan Faperta Unpad. Pihaknya pun difasilitasi LPPM Unpad dalam hal pertemuan dengan petani ubi di 4 kabupaten di Jawa Barat terkait permasalahan dan peluang sektor ubi jalar.

Atas dasar itulah, Dr. Agung pun mendapat rekomendasi dari LPPM Unpad untuk mengajukan pengajuan proposal pendanaan Rispro ke LPDP. Ada 2 kriteria penelitian yang ditawarakan LPDP, yaitu komersialisasi produk, dan implementatif. Dr. Agung pun memilih bantuan dana Rispro untuk komersialisasi dengan syarat bahwa penelitlannya dapat langsung dikomersialisasikan oleh mitra,

“Ada beberapa syarat yang diajukan, seperti harus mempunyai mitra industri, ada supporting system, dan track record penelitian yang ajeg. Alhamdulillah, kita sudah MoU dengan 4 mitra industri, mendapat dukungan dari universitas, dan track record-nya kita sudah punya 5 HKI PVT terkait ubi jalar,” imbuhnya.

Program Bantuan Dana Rispro merupakan salah satu program LPDP selain program beasiswa dan pengelolaan dana. LPDP sendiri merupakan lembaga di bawah naungan 3 Kementrian, yakni Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Keuangan, dan Kementrian Agama.

LPDP berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia. Beberapa di antara prioritas yang menjadi fokus LPDP antara lain, teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial budaya.

Dengan lolos seleksi, riset Dr. Agung mendapat dana Rispro LPDP sebesar Rp 1,2 miliar/tahun. Dana ini akan digunakan penuh untuk riset dan pengembangan lahan penelitian di Ciparanje. Dr. Agung menargetkan, riset dengan bantuan dari LPDP ini sudah bisa berjalan pada awal Juni mendatang.

“Kita harapkan riset ini sesuai dengan target dan dapat meningkatkan pendapatan petani sebagai salah satu unsur pembangunan karakter bangsa. Ke depan pula semoga di Unpad makin banyak lagi yang mendapat hibah serupa, karena Unpad sangat berpotensi di bidang penelitian,” pungkasnya.

Perolehan hibah ini juga sangat diapresiasi Unpad. Ketua LPPM Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, juga mendorong Dr. Agung untuk mengembangkan fasilitas di lahan penelitlian ubi jalar Ciparanje, seperti penyediaan laboratorium dan kantor melalui dana tersebut.

Prof. Wawan pun berupaya mengundang mahasiswa S2 dan S3 untuk ikut menyelesaikan proyek penelitian, sehingga tercipta integrasi penelitian yang dapat menyelesaikan permasalahan  masyarakat melalui hasil penelitian sesuai dengan tujuan dari Rencana Induk Penelitian Unpad.

“Ini adalah hadiah terbesar bagi Unpad. Pertama kali mengajukan dana Rispro yang komersial, dan akhirnya dapat,” kata Prof. Wawan.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Share this: