[Unpad.ac.id, 20/06/2014] Sebanyak 1.727 mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKNM) Program Pengabdian pada Masyarakat Dosen (PPMD) Integratif Unpad Gelombang II Periode Juli 2014. Pemberangkatan KKNM sendiri dilakukan pada Jumat (20/06) pagi di lapangan Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) Unpad Kampus Jatinangor.

Untuk pelaksanaan KKNM periode ini disebar di 5 Kabupaten di Jawa Barat, yaitu: Bandung, Sukabumi, Subang, Tasikmalaya, dan Indramayu. Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) KKNM LPPM Unpad, Rudi Saprudin Darwis, S.Sos., M.Si., total desa yang dijadikan lokasi KKNM di 5 kabupaten tersebut berjumlah 84 desa dengan jumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebanyak 42 orang.
Lebih lanjut Rudi menuturkan, ada 36 desa yang dijadikan lokasi dilakukan KKNM Tematik. KKNM Tematik merupakan kegiatan KKNM yang dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan penyesuaian model KKNM PPMD Integratif yang ada di Unpad. Jumlah 36 desa tersebut tersebar di Kabupaten Sukabumi, Tasikmalaya, dan Indramayu.
“Ada 2 momentum istimewa ketika pelaksanaan KKNM kali ini, yaitu bertepatan dengan bulan Ramadhan dan pemilihan calon Presiden dan wakil Presiden pada 9 Juli mendatang,” kata Rudi.
Terkait dengan pemilu, peserta akan melakukan pencoblosan di lokasi KKNM. Unpad sendiri telah menginformasikan kepada pemerintah desa untuk mengurus para peserta KKNM agar dapat melakukan pemilu. Para mahasiswa pun diberikan tenggang waktu hingga 9 Juli untuk mengurus segala persyaratan yang diajukan.
“Para peserta pun akan merasakan suasana Ramadhan di sana, karena kepulangan KKNM sendiri dilakukan 10 hari sebelum Lebaran,” tambah Rudi.
Senada dengan Rudi, Wakil Rektor Bidang PPM dan Kerja Sama Unpad, Dr. med. Setiawan, yang hadir dalam upacara pelepasan mengatakan, menikmati suasana Ramadhan di lokasi KKNM pada dasarnya merupakan pengalaman yang baru. Untuk itu, proses adaptasi penting dilakukan agar para mahasiswa tidak kondisi yang tidak nyaman.
“Untuk itu sesegera mungkin kalian bisa melihat hal-hal yang harus dilakukan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena budaya/aspek kebiasaan ini harus dijunjung tinggi dimanapun berada. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” papar Dr. Setiawan.
Dr. Setiawan sendiri berharap, mahasiswa KKNM dapat menemukan ide-ide baru yang dapat menjadi informasi awal yang bisa dikembangkan sebagai Pengabdian Masyarakat di Unpad. “Ini adalah suatu proses pembelajaran, jadi harus dilakukan dengan baik,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh *
