Rektor Unpad, “Kampus Adalah Benteng Moral, Bukan Sekadar Tempat Ilmu Pengetahuan”

Rektor Unpad memakaikan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol penerimaan mahasiswa baru pada Prosesi PMB Unpad 2014 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad, Jatinangor, Senin (18/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 18/08/2014] Perguruan Tinggi bukan hanya sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan, namun juga merupakan benteng moral. Kejujuran merupakan kultur utama yang harus dikembangkan oleh seorang mahasiswa.

Demikian dikatakan Rektor sekaligus Ketua Senat Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, memberikan pidato kepada Mahasiswa Baru Unpad Tahun Akademik 2014/2015 dalam acara Sidang terbuka Senat Universitas berkenaan dengan Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpad 2014/2015, Senin (18/08) di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor.

Rektor Unpad memakaikan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol penerimaan mahasiswa baru pada Prosesi PMB Unpad 2014 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad, Jatinangor, Senin (18/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Rektor Unpad memakaikan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol penerimaan mahasiswa baru pada Prosesi PMB Unpad 2014 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad, Jatinangor, Senin (18/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Sebagai lembaga tempat berkumpulnya para intelektual, perguruan tinggi harus menjadi pelopor di dalam menegakkan kebenaran,” kata Rektor. Sidang terbuka ini juga dihadiri langsung oleh Guru Besar, Pimpinan, dan perwakilan Senat Fakultas.

Salah satu bentuk kejujuran yang dicontohkan Rektor adalah tidak mencontek ketika ujian dan tidak melakukan tindakan plagiarisme. Perilaku tersebut juga membuktikan bahwa mahasiswa Unpad merupakan insan-insan yang unggul karena diseleksi melalui proses persaingan yang ketat.

Selain kejujuran, mahasiswa pun dituntut memiliki tiga tanggung jawab, yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri, orang tua, dan masyarakat. “Betapa berdosanya saudara kepada orang tua apabila perjuangan mereka tidak dibalas dengan kesungguhan belajar dan prestasi yang membanggakan,” kata Rektor.

Menurut Rektor, wujud nyata dari semua pertanggungjawaban tersebut adalah menyelesaikan studi tepat dan dengan prestasi yang setinggi-tingginya.

“Dengan lulus tepat waktu, berarti saudara-saudara telah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada generasi selanjutnya untuk turut menikmati studi di Unpad di tahun-tahun mendatang. Sesuai dengan peraturan pemerintah, batas waktu studi saudara di Unpad adalah 10 semester,” tegas Rektor.

Pada tahun akademik kali ini, Unpad menerima 7.273 mahasiswa asal Indonesia dengan rincian: 269 orang program Doktor, 712 orang program Magsiter, 197 orang program Spesialis, 177 orang program Profesi, 4965 orang program Sarjana, 28 orang program Diploma IV, serta 925 orang program Diploma III. Selain itu, Unpad juga menerima 129 mahasiswa asing dengan rincian: 2 orang program Doktor, 4 orang program Magister, 12 orang program Profesi, dan 111 orang dari program Sarjana.

Selain mengikuti Sidang Terbuka, mahasiswa baru khususnya program Diploma dan Sarjana juga akan mengikuti kegiatan Student Day, yaitu pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan universitas dan fakultas, pada Selasa (19/08) besok.

Pada prosesi PMB ini pula diikuti oleh 3 orang mahasiswa asing yang merupakan student exchange di Fakultas Farmasi Unpad. Mahasiswa tersebut yaitu Sara Bahnini dari University Paris Descartes, Perancis, Petra Orlic dari Faculty of Pharmacy and Medical Biochemistry at the University of Zagreb, Kroasia, serta Magdalena dari Kingdom University, Inggris. Ketiganya sedang melakukan program riset dari laboratorium Farmasi selama 1 bulan atas kerja sama BEM Fakultas Farmasi dengan International Pharmacy Student Federation (IPSF).*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *                              

Share this: