[Unpad.ac.id, 10/11/2014] Lima orang tenaga pendidik Unpad mengikuti kegiatan short-term training di Maastricht University, Belanda, 15 Oktober hingga 15 November. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Unpad dengan Islamic Development Bank (IDB) untuk program curriculum development.

Delegasi tersebut ialah Dr. HJ. Rd. Funny Mustikasari Erlita dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Prof. Dr.Ir Ellin Harlia, M.S., dari Fakultas Peternakan, Dr. Sugeng Riyanto, M.A., dari Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Idris, S.H., M.A., dari Fakultas Hukum, dan Yana Cahyana, PhD., dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian.
Selama kegiatan, delegasi melakukan diskusi dan praktik langsung mengenai Problem Based Learning (PBL). Adapun materi yang didiskusikan adalah why and how making different tasks, skills and competences curriculum planning and tasks, Problem task PBL and effective learning, DVD PBL and tutor skills, Reflection on PBL: Reflection cycle Tutor instructions and tutor meetings Making PBL tests, testing competences, essay questions and combination, serta evaluation, how to evaluate a course and a test.
Delegasi Unpad pun diikutsertakan dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh Maastricht University. Dr. Funny mengikuti proses PBL di diskusi kelompok course Entrepreneurship, Prof. Ellin dan Yana mengikuti diskusi kelompok PBL di Course Sustainable development, Dr. Sugeng mengikuti diskusi kelompok PBL di course Inl. Strafrecht. Sedangkan Idris mengikuti diskusi kelompok PBL di course International Law.
Menurut Dr. Funny, PBL di Maastricht University diperlakukan bukan hanya sebagai metode pembelajaran, melainkan juga sebagai sistem pembelajaran. Sehingga, ada perbedaan antara sistem pembelajaran di Maastricht University dengan Unpad.
Lebih lanjut Dr. Funny mengemukakan, sistem pembelajaran di Maastricht University telah tertata dengan baik didukung dengan sarana prasarana yang baik pula. Ruangan dibuat saling berhadapan antara pesreta didik dengan kapasitas maksimal 20 orang. Jumlah ini memungkinkan terjadi proses interaktif yang baik antar peserta didik
“Kondisi sharing idea dan knowledge ini dijadikan menu utama dalam kegiatan belajar mahasiswa,” ujar Dr. Funny.
Dari hasil diskusi tersebut diperoleh gambaran bahwa PBL sebagai suatu sistem pembelajaran juga harus memperhatikan karakteristik dari keilmuan serta kebijakan yang ada di masing-masing negara/universitas.*
Rilis/arf
